Laman

Jumat, 28 September 2012

Permasalahan Pada Lingkungan dan Upaya untuk Menanggulanginya

Lingkungan hidup haruslah dijaga kelestariannya. Sayangnya tanpa disadari manusia secara perlahan tapi pasti merusak lingkungan dan memberikan dampak yang luar biasa besar. Unsur-unsur pembentuk lingkungan saat ini telah mengalami begitu banyak kerusakan yang tidak seharusnya terjadi dan yang lebih parah adalah masih banyak manusia yang kurang peduli dengan berbagai dampak yang mereka miliki tersebut. Lingkungan hidup sangatlah penting bagi kelangsungan hidup umat manusia dan karena itulah sangat penting untuk dapat memperlambat perubahan lingkungan atau bahkan memperbaikinya.

Kerusakan Lingkungan yang Ada

Kerusakan lingkungan hidup dapat dilihat dari dua faktor utama yaitu yang secara langsung merusak dan yang secara tidak langsung merusak satu lingkungan. Kerusakan yang terjadi secara langsung dapat terjadi karena dua faktor yaitu faktor tangan jahil manusia dan faktor alamiah. Tidak ada yang mampu untuk menghalangi faktor alami perusak alam yaitu bencana alam yang tidak tentu kapan akan terjadinya. Gempa bumi, gunung api yang akan meletus, tanah longsor, kemarau panjang, banjir juga badai ataupun angin topan merupakan proses alami dari alam yang tidak bisa dicegah.

Namun faktor yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia akan dapat dicegah. Mencegah perbuatan yang merusak alam merupakan hal yang penting mengingat saat ini faktor kerusakan lingkungan sebagian besar disebabkan oleh banyak manusia yang kurang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Di dalam faktor ini, manusia telah menyebabkan degradasi alam yang membawa berbagai masalah lingkungan seperti polusi lingkungan yang telah begitu parah. Selain polusi ada juga banyak hal yang merupakan faktor awal muncunya polusi yaitu pertambahan populasi manusia.

Upaya Untuk Melestarikan Lingkungan Hidup

Pelestarian lingkungan dinilai sebagai satu hal yang mutlak untuk dilakukan mengingat pentingnya lingkungan yang lestari demi kelangsungan hidup. Pemerintah sendiri telah menetapkan beberapa peraturan Negara yang berkaitan dengna lingkungan hidup sebagai upaya untuk menekan kerusakan lingkungan.
  1. UU nomor 4 tahun 1982 mengenai ketentuan pokok pengelolaan lingkungan.
  2. SK Menteri Perindustrian nomor 148/11/SK/4/1985 mengenai pengamanan bahan-bahan beracun yang berbahaya di dalam industri.
  3. PP Indonesia nomor 29 tahun 1986 mengenai AMDAL ataupun Analisis Dampak Lingkungan Hidup.
  4. Dibentuknya Badan Pengedalian Lingkungan Hidup terhitung dari tahun 1991.
Kebijakan pemerintah saja tidaklah cukup untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan yang ada. Ada juga upaya-upaya yang sudah seharusnya dilakukan oleh berbagai individu yang ada demi terjaganya lingkungan. Contoh dari upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan pemeliharaan lingkungan yang terencana dengan baik dan diawasi secara berkala. Di dalam memperbaiki lingkungan, ada satu pengkajian yang dibutuhkan untuk mengetahui akar permasalahannya. Jika pokok masalah tidak diketahui, maka program perbaikan lingkungan akan membabi buta dan tidaklah efektif.
  2. Jika berniat untuk menempati satu lingkungan baru, maka satu perencanaan untuk mengelola berbagai hal yang akan berdampak pada kelestarian lingkungan harus dilakukan. Peraturan untuk menyusun dan menggunakan dokumen AMDAL dibuat untuk tujuan yang satu ini.
  3. Meningkatkan kesadaran dari banyak individu. Tidak dapat dipungkiri bahwa masih cukup banyak individu yang kurang peduli terhadap lingkungan yang mereka tinggali dengan membuang sampah sembarangan dan melakukan penebangan liar bahkan pada daerah hutan yang merupakan proyek reboisasi. Kesadaran dari masyarakat haruslah ditingkatkan demi terciptanya lingkungan yang lebih baik.

Kamis, 27 September 2012

Mencermati Kondisi Lingkungan Hidup di Indonesia dan Dampaknya pada Pemanasan Global

Lingkungan hidup merupakan suatu terminologi yang pengertiannya mencakup segala benda, baik hidup maupun tak hidup di suatu wilayah yang ada di muka bumi. Lingkungan hidup bisa mencakup wilayah tertentu yang memiliki fungsi sendiri secara alami dan berkembang sendiri tanpa campur tangan dari manusia. Lingkungan hidup di Indonesia sangat menarik untuk diamati karena di satu sisi, lingkungan alam Indonesia sangat berpengaruh pada keadaan alam di seluruh dunia sedangkan di sisi lain, orang-orang yang tinggal di Indonesia bersikeras untuk memanfaatkan lingkungan hidup mereka semaksimal mungkin untuk memajukan taraf hidup mereka. Hal ini tentu saja menarik karena Indonesia dikenal dengan negara tropis yang memiliki hutan belantara yang merupakan salah satu penghasil O2 terbesar di dunia.

Di saat pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya menggali berbagai sumber daya alam yang melimpah di atas bumi Indonesia, dunia internasional mengecam tindakan tersebut. Hal ini bukannya tanpa alasan karena penggalian sumber daya alam di Indonesia dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi perkembangan lingkungan hidup Indonesia. Namun, di satu sisi, pihak pemerintah Indonesia membutuhkan berbagai sumber daya alam untuk menghidupi negaranya. Jika hal tersebut dilihat dari perspektif peduli lingkungan alam, tindakan pemerintah Indonesia yang menggali sumber daya alam memang banyak menuai kontradiktif. Namun, jika hal tersebut dilihat dari perspektif sosial dan ekonomi, kecaman dunia Internasional tersebut sangat tidak adil. Hal ini terlihat dari banyaknya negara lain yang terus-terusan menggali sumber daya alam mereka dan tidak ada yang memprotes. Hal tersebut semata-mata karena wilayah negara mereka terletak di daerah yang bukan penghasil O2.

Jika kita mencermati berbagai alasan dan dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan lingkungan hidup di Indonesia, hal tersebut kembali mengarah ke pemanasan global. dengan meningkatnya kadar CO2 dalam udara dan semakin dibutuhkannya O2, dunia internasional seolah benar-benar mengawasi pemanfaatan hutan tropis yang memiliki O2 yang sangat melimpah, seperti Brazil, Indonesia, dan negara-negara lain yang memiliki hutan hujan tropis. Hal tersebut seolah mengindikasikan bahwa seluruh umat manusia di dunia menggantungkan paru-paru mereka pada negara-negara yang mampu menghasilkan O2 dalam jumlah besar.

Pada tahun 2007, diadakan Konferensi Tingkat Tinggi bertemakan perubahan iklim yang diselenggarakan di Bali, Indonesia. Dalam KTT tersebut, Presiden SBY bahkan mengusulkan agar negara-negara barat memberikan semacam insentif bagi negara-negara penghasil O2 terbesar agar tidak memanfaatkan lingkungan alam mereka yang akan berdampak pada kerusakan hutan dan lingkungan hidup. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya negara-negara tropis dalam menjaga kelestarian alam mereka. Meskipun mereka akan tetap memanfaatkan sumber daya alam, tetapi dengan bantuan insentif dari dunia internasional, pelestarian alam diharapkan akan tetap berjalan.

Jika kita mencermati permasalahan tersebut, solusi yang paling tepat sebenarnya adalah kesadaran dari masing-masing individu di seluruh dunia untuk menjaga alam mereka. Dengan dukungan berbagai media internasional, sampai saat ini, kesadaran manusia akan lingkungan hidup sebenarnya sudah mulai tampak. Mengenai kontroversi negara penghasil O2 terbesar atau tidak, dunia Internasional sebenarnya tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Jika kita melihat lingkungan sekitar kita, di beberapa negara sangat mudah ditemui lingkungan hidup yang terdiri dari pohon rindang dan hijau. Selama masih ada pohon dan tanaman hijau di seluruh dunia, manusia tidak akan kekurangan O2. Jadi, sebenarnya dunia internasional sebenarnya tidak terlalu bergantung pada negara tropis penghasil O2 karena di negara mereka juga mampu menghasilkan O2 selama mereka juga menjaga lingkungan hidup di sekitar mereka.

Prinsip Pengolahan Sampah

Berbicara sampah berarti kita berbicara mengenai pencemaran lingkungan. Tidak bisa dipungkiri lagi tercemarnya lingkungan terutama di kota-kota besar didominasi oleh sampah. Memang sampah bukan semata-mata yang mencemari lingkungan, ada juga aspek lain yang ikut mengambil peran dalam pencemaran lingkungan. Sebut saja asap kendaraan bermotor yang biasa kita gunakan sebagai alat bantu keseharian dalam beraktifitas. Tapi paling tidak jika kita bisa dalam pengolahan sampah yang benar, setidaknya kita ikut andil dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang kita cintai ini.

Sebelum kita memasuki bagaimana cara pengolahan sampah yang benar, sebaiknya kita juga harus paham mengenai prinsip-prinsip yang biasanya digunakan dalam pengolahan sampah secara umum. Apa saja prinsip-prinsip tersebut? Orang mengenalnya dengan istilah 4 R, yaitu :

Reduce (Mengurangi)

Yaitu dengan cara mengurangi pemakaian barang yang bisa menyebabkan penimbunan sampah yang diakibatkan barang tersebut. Karena semakin banyak kita menggunakannya maka sampah yang dihasilkan juga akan semakin banyak. Dan semakin sulit juga kita melakukan pengolahan sampah. Seperti kita ketahui, dijaman modern seperti sekarang ini semua dibikin simpel tanpa memikirkan dampak jangka panjang atau akibatnya. Bisa kita lihat, banyak restoran atau rumah makan bahkan sekelas catering menggunakan Styrofoam sebagai pembungkus makanan. Padahal kita tahu, bahwa jenis ini sangat susah diurai oleh alam dan juga tidak bisa untuk didaur ulang. Sebenarnya pemakaian pembungkus dari bahan plastik lebih bisa ditolerir, karena walaupun plastik juga jenis sampah yang susah diurai oleh alam, tapi plastik masih bisa kita daur ulang.

Reuse (Menggunakan kembali)

Disini Anda sebisa mungkin memilih barang yang bisa Anda gunakan kembali. Disarankan Anda tidak memakai barang yang bersifat sekali pakai. Karena barang yang sekali pakai akan meningkatkan frekuensi penumpukan sampah. Ini merupakan salah satu pelestarian alam yang wajib disadari. Anggap saja kita berbicara mengenai baju. Baju bisa kita pakai sampai berulang kali. Tapi suatu saat baju tersebut pasti akhirnya menjadi sampah karena kita bosan memakainya, ada baju baru yang lain ataupun karena faktor lain. Jika kita membuang baju tersebut, tentu itu akan menjadi sampah. Dan yang seperti kita ketahui jenis sampah dari bahan dasar kain sangat susah untuk diurai. Anda bisa memanfaatkan baju bekas tersebut untuk kebutuhan lain. Apabila masih layak, Anda bisa memberikannya kepada orang lain, sehingga Anda bisa menekan penumpukan sampah yang diakibatkan oleh baju tersebut.

Recycle (Mendaur ulang)

Memang tidak banyak sampah yang bisa Anda daur ulang, tetapi jika Anda jeli Anda bisa memilih sampah yang bisa didaur ulang kembali. Bahkan sudah ada beberapa perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pendaur ulangan sampah menjadi barang yang mempunyai nilai jual tinggi. Untuk jenis sampah organik, Anda bisa mengubahnya menjadi pupuk kompos. Sehingga sampah tersebut tidak terbuang secara percuma tetapi juga bisa bermanfaat bagi Anda dan juga melindungi pencemaran alam akibat sampah yang kita buang.

Replace (Mengganti)

Coba Anda perhatikan barang yang ada disekitar Anda. Jika barang tersebut bersifat sekali pakai, maka gantilah barang tersebut dengan barang yang bisa bertahan lama. Sangat disayangkan jika barang yang Anda beli hanya bersifat sekali pakai dan setelah itu menjadi sampah yang tidak bisa Anda manfaatkan lagi.

Tentunya sekarang Anda sudah paham bagaimana prinsip pengolahan sampah itu. Jika kita bisa melakukan 4R yang tertera diatas, tentunya kita bisa mengurangi pencemaran alam yang diakibatkan oleh sampah. Sampah memang menjadi kendala tersendiri, apalagi di Negara kita ini karena kurangnya kesadaran akan dampak sampah tersebut. Mari kita kurangi sampah mulai saat ini.

Rabu, 26 September 2012

Lingkungan Hutan Indonesia

Lingkungan hutan Indonesia harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Saat ini, hujan tropis Indonesia menjadi perhatian dunia karena Indonesia adalah salah satu negara dengan kawasan hutan hujan tropis yang cukup luas. Hutan hujan tropis adalah kawasan yang sangat membantu dalam menanggulangi masalah pemanasan global karena hutan hujan tropis dengan pohon-pohon kanopi berdaun lebat menyerap banyak karbon dioksida dalam proses fotosintesa. Semakin luas kawasan hutan Indonesia dan semakin banyak pohon-pohon lebat, akan semakin berkurang kadar karbon dioksida di udara yang mengakibatkan berkurangnya efek rumah kaca. Dunia akan menjadi lebih dingin dan iklim akan lebih bersahabat dengan umat manusia.

Pulau-pulau besar di luar Jawa seperti Kalimantan dan Papua adalah daerah-daerah yang sangat diperhatikan dalam penjagaan lingkungan hutan Indonesia. Konservasi dan penanaman hutan kembali sangat gencar dilakukan. Hal ini terjadi karena kawasan hutan dan lahan-lahan di pulau-pulau tersebut cukup luas sedangkan kawasan hutan di pulau Jawa sangatlah terbatas akibat pembangunan yang kurang terkontrol dengan baik. Namun, bukan berarti bahwa lingkungan hutan di pulau-pulau lainnya tidak diperhatikan. Untuk menyelamatkan lingkungan Indonesia, konservasi bagi hutan-hutan dipulau Jawa tetap dilanjutkan terlebih lagi banyak hewan-hewan khas pulau Jawa yang berada dalam kondisi rawan kepunahan sehingga memerlukan lingkungan hutan alami untuk bisa bertahan hidup dan berkembang biak secara alami.

Penjagaan yang dilakukan untuk lingkungan hutan Indonesia sangatlah beragam. Hutan lindung menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah perambahan hutan dan menjaga kealamian lingkungan hutan. Untuk menjaga hutan lindung, dibuatlah sebuah badan khusus yang bertugas memelihara hutan tersebut. Badan tersebut melakukan pemetaan daerah hutan, membuat batas daerah hutan, dan memastikan bahwa daerah tersebut aman dari perambah hutan. Badan tersebut juga memiliki tugas untuk memastikan bahwa hutan tersebut terjaga dan memberikan lingkungan yang baik bagi hewan-hewan didalamnya. Pemeriksaan terhadap hutan dilakukan secara berkala oleh petugas-petugas. Alat-alat canggih juga digunakan untuk menjaga hutan lindung seperti kamera pemantauan yang dipasang dibeberapa titik atau alat pelacak yang dipasang pada hewan tertentu.

Pemerintah bukanlah satu-satunya pihak yang melakukan penjagaan dan perlindungan terhadap hutan Indonesia. Banyak sekali organisasi non-profit dan pihak swasta yang membantu usaha perlindungan terhadap lingkungan hutan Indonesia. Keberadaan mereka sangatlah dibutuhkan karena penjagaan hutan memerlukan sumber daya manusia yang sangat banyak. Oleh karena itu, banyak diadakan acara untuk mencari sukarelawan yang mau membantu penjagaan lingkungan hutan. Selain itu, dana juga menjadi salah satu masalah sehingga organisasi-organisasi lingkungan hidup berkerja keras untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan mereka. Acara-acara penggalangan dana diadakan secara rutin maupun yang bersifat sewaktu saja. Penjualan pernak-penik yang berhubungan dengan hutan juga dilakukan. Selain untuk penggalangan dana, hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya hutan Indonesia.

Penjagaan lingkungan hutan Indonesia mendapatkan tantangan yang sangat berat baik dari kondisi alam Indonesia sendiri maupun tantangan yang berasal dari manusia. Kebakaran hutan yang terus menerus terjadi sudah menggerogoti kawasan hutan Indonesia dan merusak lingkungan Indonesia. Pemulihan dari kebakaran hutan ini sangatlah sulit untuk dilakukan. Kebakaran dapat terjadi secara alami tetapi dapat juga disebabkan oleh ulah manusia akibat kecerobohan maupun yang disengaja. Alih fungsi hutan sebagai lahan perkebunan maupun industri juga tidak berhenti. Diperlukan suatu sistem penanggulangan kebakaran hutan yang lebih baik dan penegakan hukum yang kuat agar tidak ada pihak-pihak yang mengambil untung dan merusak lingkungan hutan.  Masyarakat juga diharapkan untuk berpartisipasi dalam menjaga hutan.

Senin, 24 September 2012

Pencemaran Lingkungan dan Penanggulangannya

Alam boleh jadi memberikan segala hal yang diperlukan manusia dan manusia dapat memanfaatkan alam untuk memenuhi segala kebutuhan hidup yang kian hari kian meningkat dengan semakin berkembangnya gaya hidup masyarakat modern. Manusia mempunyai akal pikiran yang dapat digunakan untuk menemukan manfaat yang disediakan oleh alam untuk kesejahteraan umat manusia. Banyak bahan yang berasal dari laut, tanah, dan hutan yang kini dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan produksi berbagai macam jenis kebutuhan manusia modern yang tentu sangat beragam. Sumber daya alam yang melimpah di Indonesia merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada lebih dari 200 juta rakyat Indonesia. Negara kita kaya dengan sumber daya alam sehingga tidak ada salahnya kita memanfaatkan sumber daya alam tersebut untuk berbagai kebutuhan. Banyak usaha dan lapangan pekerjaan yang dapat dibuka dengan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, tetapi banyak pelaku usaha yang rupanya hanya berfokus pada keuntungan finansial yang diperoleh tanpa memberikan perhatian lebih terhadap keadaan alam yang kini semakin rusak akibat ulah manusia itu sendiri. Dari hal yang sederhana dan dianggap tidak penting yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, penduduk Indonesia harus menghadapi ancaman pencemaran yang sudah memberi dampak yang cukup buruk bagi generasi saat ini dan besar kemungkinan akan memberikan dampak yang lebih besar kepada generasi mendatang.

Pencemaran lingkungan terjadi sudah pasti akibat ulah manusia yang mengelola segala jenis sumber daya alam secara berlebihan tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup. Kemajuan teknologi membawa lebih banyak limbah sisa pembuangan ke alam, tetapi hal ini tidak diimbangi dengan pelestarian alam dan tentu sudah bisa ditebak bahwa pencemaran lingkungan menjadi harga mati yang harus dibayar oleh manusia karena pencemaran tidak hanya akan membawa dampak buruk pada lingkungan melainkan juga membawa pengaruh buruk bagi manusia di berbagai bidang kehidupan. Kita tentu sudah sering mendengar frase ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’, tetapi rupanya ada banyak manusia yang baru mengakui frase ini benar adanya ketika segalanya sudah terlanjur berimbas buruk pada mereka sebelum mereka bisa mencegah atau memang mereka enggan melakukan tindakan pencegahan. Pencemaran lingkungan sudah seharusnya dicegah sedini mungkin sebelum segalanya menjadi terlalu terlambat dan mengakibatkan kerugian yang mendalam bagi umat manusia secara keseluruhan. Namun, dengan keadaan yang dihadapi oleh Indonesia sekarang ini, upaya pencegahan perlu juga diimbangi dengn upaya penanggulangan pencemaran lingkungan karena pencemaran lingkungan sudah semakin terlihat nyata di berbagai tempat. Pemanasan global mungkin merupakan isu besar yang harus dihadapi umat manusia secara keseluruhan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ada sejumlah pencemaran dalam skala yang tidak sebesar pemanasan global yang rupanya membawa dampak langsung terhadap masyarakat seperti pencemaran yang terjadi pada air tanah dan sungai serta kontaminasi tanah akibat sampah yang menjadi momok bagi banyak orang.

Untuk menanggulangi pencemaran lingkungan yang berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, tentu masyarakat dan pemerintah harus pro aktif dalam mengurangi penyebab pencemaran itu sediri. Hal yang paling sederhana dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah atau limbah dengan benar. Prinsip 3R perlu ditanamkan lebih dalam kepada para pelaku usaha serta masyarakat umum agar pengelolaan limbah yang baik dapat diterapkan sejak sekarang sebelum semuanya menjadi parah. Pemilihan segala hal yang lebih ramah lingkungan mungkin menjadi solusi serta investasi aman untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan di masa mendatang.

Minggu, 23 September 2012

Mengenal Teknologi Ramah Lingkungan

Manusia menciptakan teknologi untuk menikmati kehidupan yang lebih baik, nyaman, dan mudah. Sudah sepantasnya teknologi digunakan untuk merawat lingkungan karena manusia membutuhkan alam untuk bertahan hidup. Teknologi perusak lingkungan sebaiknya tidak digunakan lagi karena dampak negatifnya lebih besar daripada manfaatnya. Teknologi tersebut sebaiknya diganti dengan teknologi baru yang lebih ramah lingkungan. Tidak sulit untuk menemukan teknologi yang bisa digunakan untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup karena para ilmuwan telah menyesuaikannya dengan kondisi bumi saat ini. Perubanan iklim, menipisnya lapisan ozon, dan pemanasan global mendorong para ilmuwan untuk menciptakan teknologi baru yang lebih sesuai. Teknologi tersebut disesuaikan dengan gaya hidup modern sehingga bisa dioperasikan dengan mudah. Teknologi ramah lingkungan adalah teknologi masa depan.

Salah satu contoh teknologi ramah lingkungan adalah mobil hybrid. Mobil ini adalah terobosan baru yang mampu mengurangi emisi CO2 dari kendaraan bermotor. Teknologi ini telah diadaptasi oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Toyota atau BMW. Mobil dengan desain baru yang lebih ramping menggunakan energi listrik untuk beroperasi. BMW i8 adalah salah satu produk unggulan BMW yang memanfaatkan konsep hybrid. Performa teknologi ini tidak kalah jika dibandingkan dengan mobil lain yang menggunakan bahan bakar fosil.

Perangkat elektronik juga tampil dengan konsep baru yang lebih ramah lingkungan. Banyak perusahaan ternama menyusutkan ukuran perangkat elektroniknya menjadi bentuk yang lebih ramping. Dengan desain minimalis, proses produksi dan daur ulang produk menjadi lebih mudah. Jika kita bandingkan ponsel di era 90-an dengan ponsel masa kini, perbedaannya sudah pasti sangat jauh. Perbedaan paling mencolok ada pada performa, tampilan, dan ukurannya. Teknologi komputer juga hadir dengan konsep yang lebih ramah lingkungan. Komputer desktop yang semula berukuran besar berevolusi menjadi laptop dengan ukuran kecil dan mudah dibawa. Ultrabook juga menjadi varian baru yang lebih menarik karena desainnya yang sangat tipis dan ringan. Teknologi ini terus berkembang untuk menyesuaikannya dengan perubahan gaya hidup manusia.

Produsen plastik juga membuat perubahan besar dalam bisnisnya. Seperti yang kita ketahui, plastik adalah salah satu limbah yang sulit untuk diuraikan. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk menguraikan sampah plastik. Namun, kantong plastik yang sering kita dapatkan di supermarket kini hadir dengan bahan yang lebih mudah diuraikan. Namun, kita juga seharusnya mengurangi penggunaan kantong plastik jika tidak terlalu membutuhkan.

Sumber energi yang ramah lingkungan juga bisa kita manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan manusia. Sumber energi yang berasal dari panas bumi atau sinar matahari dinilai lebih efektif karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya. Selain itu, efisiensi bisa lebih ditingkatkan.

Teknologi yang diterapkan untuk mengolah limbah bisa menjadi solusi tepat. Contoh paling sederhana adalah bak sampah yang terdiri dari dua kotak terpisah (masing-masing untuk sampah organik dan anorganik). Selain itu, kita bisa memanfaatkan sistem CCS untuk menyaring udara dan menimbun CO2 berlebihan di dalam tanah. Polusi udara bisa dikurangi dan kebersihan lingkungan bisa terjamin.

Banyak sekali teknologi ramah lingkungan yang bisa kita pakai untuk menekan kerusakan lingkungan. Namun, kita juga harus cermat ketika menggunakan teknologi yang berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan polusi berlebihan. Hindarilah penggunaan produk apapun yang mengandung unsur CFC di dalamnya. Unsur tersebut bisa menipiskan lapisan ozon. Penggunaan AC di ruang kerja atau kantor juga perlu diatur. Teknologi ini tidak perlu digunakan selama ventilasi udara masih bisa digunakan.

Sabtu, 22 September 2012

Faktor-Faktor Utama yang Menjadi Penyebab Kerusakan Lingkungan

Ada sejumlah penyebab kerusakan lingkungan yang sering terjadi di sekitar kita. Faktor tersebut adalah jumlah penduduk yang semakin bertambah, peningkatan teknologi yang sangat pesat, masuknya penduduk lokal ke dalam pasar kapitalis, sentralitas kebijakan serta pengelolaan keanekaragaman hayati, berkurangnya budaya masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati, dan lain sebagainya. Untuk peningkatan jumlah penduduk diakibatkan oleh sejumlah faktor seperti pernikahan di usia muda yang paling banyak terjadi di kalangan masyarakat tradisional yang beranggapan bahwa menikah dini itu penting untuk menghindari masalah sosial, ketidakpercayaan diri, dan lain sebagainya. Menikah muda tersebut juga diakibatkan oleh kurangnya kesadaran untuk mengenyam pendidikan tinggi. Perkembangan jumlah penduduk tersebut juga karena adanya kepercayaan masyarakat Indonesia yang tradisional bahwa banyak anak banyak rejeki sehingga mereka tidak mengikuti program KB seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Akibat dari peningkatan jumlah penduduk tersebut adalah tekanan terhadap sumber daya alam terutama sumber daya hayati. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hayati karena orang hanya memikirkan cara untuk makan tanpa memperhatikan kelangsungan hidup sumber daya hayati tersebut.

Kemudian, perkembangan di dunia teknologi juga ikut andil dalam masalah lingkungan karena dengan menggunakan teknologi tinggi orang semakin dapat menggali potensi sumber daya hayati dan bahkan hingga dengan jumlah yang berlebihan yang mengakibatkan berkurangnya sumber daya hayati dalam waktu singkat. Banyaknya teknologi modern yang diciptakan manusia mampu mengeksploitasi sumber daya hayati untuk keuntungan beberapa pihak. Ini berakibat fatal untuk keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati karena mereka terus-terusan dieksploitasi tanpa ada kesempatan untuk berkembang yang akhirnya mereka menjadi langka dan bahkan hilang sama sekali. Sayangnya permasalahan lingkungan tersebut juga disebabkan oleh cara pengolaan dan kebijakan yang tidak tepat seperti dengan sistem sentralistik yang hanya mengedepankan kapitalisme yang tentunya tidak mendatangkan manfaat untuk semua pihak. Proses pengelolaan tersebut pun hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu dan tidak efektif sama sekali.

Masyarakat modern saat ini sudah memiliki kesadaran yang kurang untuk mencintai lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan. Mereka cenderung tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan bahkan memanfaatkan sumber daya lingkungan untuk kepentingan pribadi dengan melakukan pengrusakan dan eksploitasi besar-besaran. Sejumlah perusahaan pun melakukan hal yang sama untuk kepentingan mereka sendiri. Alhasil kekayaan alam banyak terkeruk tanpa pembaharuan yang berarti. Seiring dengan permasalahan ini maka faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan tersebut perlu dihentikan atau paling tidak diperlambat lajunya. Untuk masalah peningkatan jumlah penduduk adalah dengan peningkatan pendidikan supaya orang tidak cenderung menikah dini dan pelayanan masyarakat yang lebih intensif dengan program KB atau Keluarga Berencana dengan dua anak cukup. Selain itu himbauan bahwa kepercayaan banyak anak banyak rejeki itu salah juga perlu ditingkatkan oleh instansi-instansi terkait. Untuk peningkatan teknologi sebaiknya masyarakat diberi kesadaran untuk tetap menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan teknologi yang membahayakan lingkungan sekitar dan juga tidak melakukan eksploitasi besar-besar terhadap kekayaan alam. Kesadaran masyarakat juga perlu dipupuk untuk paham kapitalis yang umumnya bersifat konsumtif. Masyarakat perlu himbauan khusus supaya dapat menyadari efek negatif kapitalisme terhadap keberlangsungan aneka hayati dan kerusakan lingkungan. Mereka perlu diajarkan untuk lebih memperhatikan lingkungan dan mencintai lingkungan. Pemerintah sendiri juga harus memperhatikan sistem pengelolaan lingkungan dengan tidak melakuan sentralisasi dan memberi kewenangan pada pihak lain untuk bisa mengelola dengan baik lingkungan sekitar mereka dengan tetap melakukan pemantauan. Mengembangkan lagi budaya masyarakat yang cinta lingkungan dan kepercayaan bahwa jika mereka baik pada lingkungan maka lingkungan pun akan dapat menopang hidup mereka.

Kamis, 20 September 2012

Penegakan Hukum, Untuk Siapa?

Semua orang tahu bahwa bumi adalah tempat untuk tinggal bagi mahkluk yang ada di dalamnya. Masalah kerusakan lingkungan adalah salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh bumi, dan semua orang tahu bahwa yang membuat masalah tersebut adalah manusia, yang meninggali bumi tersebut. Bisa dikatakan bahwa manusia merusak tempat tinggalnya sendiri. Akibat dari kerusakan lingkungan tersebut memang hanya akan dirasakan bagi generasi yang akan datang. Tetapi, generasi yang sekarang juga merasakan dampak dari manusia yang merusak lingkungan di masa lalu, bukan? Semua orang tahu bahwa alam dan lingkungan hidup harus dilindungi, tetapi hampir di seluruh dunia masih saja ada pihak yang merusak lingkungan, baik darat, laut, dan bahkan dalam bumi. Ada hukum yang berisi instrumen penting untuk menyelamatkan lingkungan, tetapi penegakan hukum lingkungan ini masih saja terasa sulit.

Jika mau menyalahkan, banyak pihak yang akhirnya tertuduh untuk salah. Hukum lingkungan ini mengatur pihak yang merusak lingkungan. Tetapi penegakan hukum lingkungan jauh lebih sulit dari pada menulis hukum itu sendiri. Di bawah ini beberapa hal yang membuat penegakan hukum lingkungan terasa sulit untuk dilakukan. Pertama, masyarakat tidak tahu tentang adanya hukum lingkungan. Tidak semua masyarakat melek hukum, tidak semua masyarakat tahu adanya hukum lingkungan. Pemerintah tidak melakukan sosialisasi yang cukup pada masyarakat untuk menjelaskan apa saja yang akan didapat jika melanggar hukum yang terkait dengan lingkungan. Ketika pemerintah dinilai tidak bisa melakukan tugasnya untuk memberitahu warga soal hukum terkait lingkungan ini, maka banyak lembaga yang akhirnya mengambil alih tugas pemerintah tersebut. Masyarakat harus diberi tahu, karena masyarakat menjadi sasaran hukum (apa pun).

Kedua, pembuktian adanya pelanggaran hukum lingkungan sangat susah. Apalagi ketika menyangkut kepentingan politik atau ekonomi. Sebut saja ketika ada pelanggaran hukum lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan besar, dan bahkan menyebabkan pencemaran lingkungan. Maka pembuktian pelanggaran bisa akan memakan waktu yang (sangat) lama. Walaupun perbuatan yang dilakukan perusahaan sudah jelas melanggar hukum, bahkan dilihat dengan mata telanjang, tetap saja pembuktian sah akan sulit dilakukan. Permasalahan pelanggaran hukum lingkungan sangat rumit, dari proses pembuktian, pengambilan pasal, sampai keputusan. Ketiga, budaya yang buruk dalam menegakkan hukum. Kesulitan utama yang dihadapi dalam usaha penegakan hukum lingkungan. Misalnya, dalam hal pembakaran atau penggundulan hutan, negara yang seharusnya mampu menyediakan aparat patroli yang profesional tetapi akhirnya mengganti dengan pekerja lepas. Atau contoh lain di mana aparat tidak mempunyai banyak bukti ketika melaporkan pelanggaran. Hukum lingkungan sampai saat ini belum memadai untuk diimplementasikan secara maksimal. Belum lagi dengan masalah yang laten seperti budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme. Negara seharusnya mempunyai kapasitas penuh untuk mencabut atau minimal memperkarakan perusahaan / kelompok / individu yang melanggar hukum lingkungan. Banyak perusahaan yang lepas dari jeratan hukum lingkungan, hanya karena pemiliknya dekat dengan aparat negara. Masalah klise yang sudah menjadi rahasia umum, tetapi juga berhenti sebagai urban legend sementara lingkungan tetap akan sakit kemudian entah apa yang akan terjadi. Kompleksitas masalah penegakan hukum lingkungan ini masih akan hanya berputar pada rantai yang rumit dan masalah yang tiada kunjung ada solusi. Maka dari itu, diperlukan media atau undang - undang atau sistem yang sederhana, memudahkan negara untuk menangkap pelaku perusakan lingkungan, kemudian pencemaran lingkungan bisa dihindari. Sistem yang tidak mempunyai subjektifitas dalam menangkap pelaku, demi kelangsungan hidup bersama.

Membuang Sampah dengan Smart dan Bijak

Kita semua tahu bahwa sampah yang tiap hari kian menumpuk di tempat sampah di rumah kita atau di TPA masih saja menjadi masalah besar bagi masyarakat kita. Walaupun sudah diterapkan solusi pengolahan sampah oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sepertinya kita masih belum bisa melihat perubahan dari program pengolahan sampah ini. Kuantitas sampah yang dibuang di TPA atau pun di sekitar pemukiman warga masih saja banyak dan bahkan bertambah banyak setiap harinya. Hal ini mungkin karena dipengaruhi oleh faktor dari manusia itu sendiri dimana mereka masih memiliki kesadaran yang kurang untuk membuang sampah dengan smart dan bijak.

Membuang sampah dengan smart dan bijak artinya adalah kita sebagai manusia yang mana sebagai pelaku utama adanya sampah-sampah yang menumpuk di sekitar kita harus mempunyai kesadaran untuk membuang sampah dengan cara yang benar. Membuang sampah dengan cara yang benar di sini maksudnya adalah kita harus dan wajib mengikuti beberapa aturan membuang sampah yang benar. Apa saja aturan-aturan membuang sampah yang benar? Berikut adalah informasinya.

Aturan membuang sampah yang benar pertama adalah buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan. Jika semua masyarakat Indonesia mengikuti aturan yang pertama ini, negara kita pastinya akan menjadi negara yang bersih dan indah. Tidak akan ada lagi kasus banjir di Jakarta atau di kota-kota manapun. Tidak ada lagi daerah slum di Indonesia. Aturan yang kedua adalah pisahkan sampah yang akan dibuang di tempat sampah yang berbeda. Tiap rumah seharusnya disediakan tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik dan sampah anorganik. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih mudah untuk mengolah kembali sampah yang akan kita manfaatkan.  Contohnya adalah ketika kita akan mengolah sampah-sampah organik untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos, kita akan lebih mudah mengambil sampah-sampah organik yang sudah kita tampung di tempat sampah khusus untuk sampah organik. Sementara sampah-sampah anorganik yang sudah terkumpul di tempat sampah khusus untuk sampah anorganik bisa kita berikan atau kita jual kepada orang-orang yang mahir mengolah sampah anorganik seperti plastik, kaleng, botol, kertas, dan aluminium.  Aturan yang ketiga adalah tetap pisahkan sampah yang basah dan kering baik untuk sampah organik maupun sampah anorganik. Hal ini juga dimaksudkan agar kita lebih mudah ketika kita akan mengambil sampah-sampah tertentu yang akan diolah.

Baru-baru ini di kota Jakarta khususnya di sekitar kawasan Monas, telah dibuat RVM (Reverse Vending Machine) dimana mesin tersebut bisa digunakan untuk mengubah kaleng dan botol plastik menjadi serpihan-serpihan kecil agar mudah diolah atau setidaknya bisa mengurangi volume sampah yang ada di sekitar Monumen Nasional (Monas). Bagi Anda warga Jakarta dan sekitarnya bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk membantu memgurangi kuantitas dan volume sampah anorganik khususnya botol palstik dan kaleng.  Denga adanya fasilitas ini, pengolahan sampah anorganik seperti kaleng dan botol plastik akan lebih mudah karena proses pengolahan akan semakin lancar dan cepat jika bahan yang akan diolah dihancurkan atau dipotong kecil terlebih dahulu. Selain menghemat tenaga dan biaya untuk membeli mesin penghancur khusus, kita bisa memanfaatkan biaya tersebut untuk keperluan lain. Reserve Vending Machine ini adalah perwujudan nyata dari adanya usaha membuang sampah dengan smart dan bjiak. Kita berharap semoga akan ada mesin-mesin lain yang bisa berfungsi untuk menanggulangi masalah sampah di negara kita.

Selasa, 18 September 2012

Daur Ulang Sampah yang Menguntungkan bagi Masyarakat

Sampah merupakan momok yang sering menjadi bahan pembicaraan di masyarakat. Tidak hanya para ibu rumah tangga, namun sebagai sosok kepala rumah tangga, pastinya Anda juga sering memikirkan hal ini, bukan? Ketika Anda melihat istri Anda yang sibuk membereskan barang-barang yang sudah termasuk dalam kriteria sampah, ada baiknya Anda membantunya dengan memberikan beberapa solusi untuk mengatasi sampah yang salah satunya adalah dengan menggunakan sistem daur ulang sampah.

Ya, seperti yang Anda ketahui bahwa sistem daur ulang sampah memanglah tidak terlalu mudah. Tetapi, hal ini akan berjalan dengan lancar para warga di komplek perumahan Anda mampu turut serta bekerja sama untuk saling bantu satu sama lain. Hal ini pastilah akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan daur ulang berbagai macam sampah. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti ketika Anda akan memulai kegiatan seperti ini.

1. Jangan anggap sepele tentang sampah di lingkungan Anda

Anda mungkin selalu berpikir bahwa biarlah sampah yang menjadi masalah bagi tukang sampah. Itu adalah tugas mereka. Pasti pemikiran seperti inilah yang akan sering kali hadir di dalam benak Anda karena Anda telah membayar dan Anda harus mendapatkan layanan yang memuaskan dari jasa sampah ini. Padahal, masalah seperti ini adalah masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Selain itu, sampah juga bukanlah hal sepele. Sebuah rumah tangga mampu menghasilkan berkilo-kilo sampah setiap harinya. Lalu, apakah yang akan terjadi dengan beberapa puluh bulan selanjutnya. Kemanakah sampah-sampah tersebut akan diletakan?

Sampah pun mampu menjadi hal yang menakutkan jika tidak segera dibereskan. Seperti yang kita ketahui, sampah tidak hanya berwujud padat saja. Sampah juga menghasilkan cairan dan gas yang bisa saja menjadi berbahaya bagi kita. Maka, jika tidak segera ditanggulangi, sampah akan berubah menjadi racun bagi keluarga kita. Berbahaya, bukan?

2. Pisahkan sampah yang bisa dan yang tidak bisa didaur ulang.

Sampah pastilah ada berbagai macam jenisnya, ada yang bisa didaur ulang, namun ada pula yang susah. Hal ini dikarenakan komponen-komponen pada tiap sampah itu berbeda-beda. Seperti yang pada umumnya orang-orang ketahui bahwa sampah sangatlah susah untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih baik. Akan tetapi, sampah yang susah diolah tanah seperti plastik malahan akan memiliki nilai guna jika di daur ulang. Untuk komplek perumahan Anda yang pastinya memiliki puluhan bahkan ratusan penduduk, membeli sebuah mesin daur ulang pasti tidak akan berat, bukan? Maka dari itu, ada baiknya jika Anda dan warga bersama-sama membeli sebuah mesin daur ulang sampah plastik.

Dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari tiap warga, Anda akan dengan mudah mendapatkan sebuah mesin daur ulang sampah plastik. Perlu Anda ketahui bahwa Anda tidak perlu memikirkan untung rugi dalam mengolah sampah semacam ini. Hal ini karena setelah Anda mendaur ulang sampah tersebut, Anda akan mendapatkan penghasilan tersendiri dari hasil daur ulang. Banyak sekali produsen-produsen yang mau memberikan uangnya untuk membeli hasil plastik daur ulang.

Kondisi pasaran saat ini sangat memerlukan berbagai macam perabotan yang berasal dari plastik. Hal ini disebabkan karena plastik memiliki tekstur yang ringan sehingga ibu-ibu rumah tangga menyukainya sebagai perabotan yang mudah dibersihkan dan mudah dirawat. Maka dari itulah, banyak produsen perabotan rumah tangga ataupun kerajinan tangan yang akan membeli hasil daur ulang sampah plastik dari komplek perumahan Anda. Setelah Anda mendapatkan uang dari hasil penjualan, Anda bisa juga membeli sebuah mesin lagi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pendaur ulangan, sehingga Anda akan semakin cepat pula untuk menambah mesin yang sama di lingkungan Anda. Hasilnya adalah lingkungan yang rapi, bersih dan mampu memberikan penghasilan untuk masyarakat.

Jumat, 14 September 2012

Kurangilah Penggunaan Kantong Plastik

Kantong plastik adalah salah satu sampah yang paling banyak dihasilkan setiap hari. Ketika kita membeli produk apapun, pedagang biasanya memberikan kantong plastik sebagai wadah. Kantong tersebut memang hanya untuk sekali pakai karena penggunanya hanya membutuhkannya sekali. Akibatnya, jumlah penggunaan sampah plastik meningkat pesat. Jika sampah ini tidak ditangani dengan tepat, kesehatan lingkungan hidup akan menjadi korbannya.

Banyak sekali kantong plastik berceceran di jalan. Tidak sedikit orang yang membuang sampah plastik sembarangan. Sampah tersebut membuat jalanan terlihat kotor atau terbawa arus air. Sampah plastik tersebut terbawa sampai laut dan membunuh ratusan ribu hewan laut setiap tahun. Tumpahan minyak bukanlah satu-satunya ancaman utama bagi hewan laut. Plastik bisa mendatangkan kematian karena sifatnya yang tidak ramah lingkungan. Kematian tersebut disebabkan oleh partikel plastik itu sendiri yang mengandung racun. Jika racun tersebut juga masuk ke tanah, cacing bisa mati seperti ikan di laut. Kematian cacing tersebut bisa mengurangi kesuburan tanah. Jumlah sampah plastik yang berlebihan bisa mengganggu siklus air. Efek berantai dari pencemaran sampah plastik ini memang perlu diatasi sedini mungkin. Perubahan perlu dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Plastik memang terlihat sepele, tetapi dampak negatif yang diakibatkan penggunaan kantong plastik secara berlebihan tidaklah kecil. Namun, Anda membutuhkan beberapa perubahan kecil dalam hidup Anda untuk menyelamatkan lingkungan hidup dari ancaman sampah plastik. Mulailah dari diri Anda sendiri dan ajaklah orang lain untuk melakukannya.

Langkah pertama, bawalah tas dari rumah ketika Anda ingin berbelanja. Jika Anda membawa tas sendiri, Anda tidak membutuhkan kantong plastik yang diberikan pedagang. Anda bisa menempatkan tas ini di tempat strategis sehingga Anda tidak akan lupa untuk selalu membawanya saat hendak berbelanja. Pilihlah tas sesuai dengan kebutuhan Anda (disarankan untuk memilih tas ringan, tipis, dan mudah dibawa). Anda bisa menggunakannya berkali-kali tanpa harus menggunakan kantong plastik baru. Kebiasaan ini memang mudah untuk dilakukan dan Anda harus membiasakannya dalam aktivitas sehari-hari. Jika Anda masih menyimpan kantong plastik yang sudah Anda gunakan sebelumnya, Anda bisa menggunakannya kembali untuk membawa barang dari toko/pasar.

Alternatif kedua, gunakanlah kantong plastik secukupnya (jika Anda tidak membawa tas dari rumah). Kurangilah penggunaan kantong yang tidak perlu. Ketika pedagang/kasir toko memberikan dua kantong plastik untuk setiap jenis barang belanjaan Anda (meskipun satu plastik saja sudah cukup), Anda hanya perlu mengambil satu plastik. Jika setiap orang yang berbelanja di toko melakukan hal yang sama, penghematan kantong plastik bisa diwujudkan dengan mudah.

Langkah ketiga, ajaklah orang lain untuk melakukannya. Perubahan tidak akan terasa jika hanya Anda sendiri yang mau melakukannya. Anada juga harus mengajak orang lain (setidaknya keluarga Anda sendiri) untuk melakukan hal yang sama. Anda juga bisa menggunakan internet untuk mengajak orang lain melakukan hal serupa untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Daur ulang adalah cara yang tepat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik secara signifikan. Plastik bekas (kantong plastik) bisa diolah kembali menjadi plastik baru yang siap dipakai kembali. Penggilingan plastik bekas bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan karena perusahaan besar pasti membutuhkan bahan baku plastik (hasil daur ulang) dalam jumlah besar. Anda juga perlu meluangkan sedikit waktu untuk mengumpulkan kantong plastik yang tercecer dan membuangnya ke tempat yang sesuai untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Selasa, 11 September 2012

Cara Penanganan Sampah B3

Sampah rumah tangga ada beberapa jenis, yaitu organik, anorganik, dan B3. Sampah organik tentu mudah cara penanganannya, bisa terurai sendiri di tanah atau dijadikan kompos. Begitu juga sampah anorganik, asal kita telaten, sampah tersebut bisa didaurulang. Nah, yang butuh penanganan khusus adalah sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Dari namanya kita sudah tahu bahwa sampah B3 mengandung bahan dan atau bekas kemasan yang di dalamnya terdapat zat-zat berbahaya dan bisa jadi beracun. Tentu saja benda-benda semacam ini tidak sepantasnya dibuang begitu saja karena efeknya akan buruk seperti pencemaran lingkungan dan merugikan orang yang lain.

Yang termasuk dalam sampah B3 ini antara lain batu baterai bekas, neon dan lain sebagainya. Barang-barang tersebut biasanya memiliki kandungan bahan-bahan berbahaya yang dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Contohnya adalah iritasi. Ambil saja contoh logam merkuri yang terkandung di dalam batu baterai bisa menimbulkan iritasi bisa mengenai kulit. Sampah B3 umumnya dihasilkan oleh aktifitas industri, perdagangan, pelayanan publik, dan juga rumah tangga. Meski jumlah sampah B3 yang dihasilkan dari rumah tangga di perkotaan tidak lebih dari 2%, tapi hal ini tetap perlu ditangani dengan baik agar tidak tejadi akumulasi dan menimbulkan dampak negatif. Jika sudah mencapai konsentrasi tertentu, dampak negatif yang mungkin terjadi dari akumulasi sampah B3 adalah pencemaran tanah dan air tanah yang berada di sekitar lahan pembuangan akhir.

Sampah B3 dari rumah tangga sendiri bisa dikategorikan dengan berdasarkan pada jenis aktifitas yang terjadi di kehidupan rumah tangga, yaitu bahan dan/atau bekas kemasan produk dari aktifitas dapur, aktifitas kamar mandi, aktifitas garasi dan perbengkelan, aktifitas ruangan di dalam rumah, dan aktifitas pertamanan. Sampah B3 dari aktifitas dapur contohnya pembersih lantai dan pembersih oven. Dari aktifitas kamar mandi contohnya pembersih toilet. Dari aktifitas garasi dan pembengkelan contohnya baterai dan pembersih badan mobil. Aktifitas ruangan di dalam rumah misalnya cairan penghilang karat dan obat kadaluarsa. Dan terakhir, aktifitas pertamanan misalnya cairan pembunuh gulma dan racun tikus.

Tahap penanganan sampah B3 dari rumah tangga dimulai dari pemilahan. Sampah B3 harus dipilah dan dipisahkan dari sampah organik dan anorganik. Kemudian sampah B3 yang sudah terkumpul dimasukkan dalam wadah yang aman. Pastikan Anda menggunakan sarung tangan saat melakukannya. Selanjutnya, jika penganangan sampah B3 dilakukan secara terkoordinasi dengan warga masyarakat di kompleks perumahan Anda, maka tahap selanjutnya adalah dengan pewadahan dan pengumpulan besar, pengangkutan dan penyimpanan sementara. Semuanya harus dilakukan dengan metode pengelolaan sampah B3 yang sesuai dengan aturan pemerintah dan anjuran ahli.



Dalam menyikapi sampah B3, kita tidak hanya sebagai warga tapi juga konsumen perlu memiliki peran yang baik. Usahakan mengurangi konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya beracun, dan lebih memilih produk ramah lingkungan. Kita juga bisa memperpanjang umur pakai suatu produk dengan pemakaian yang bijak. Misalnya dengan merawat baterai alat elektronik agar awet atau menghemat penggunaan bahan pembersih. Perlu diketahui juga bahwa produsen memegang peran yang sama pentingnya. Produsen wajib mencantumkan material yang dikategorikan sebagai kandungan berbahaya ataupun beracun pada semua produknya. Tujuannya agar konsumen tahu cara penanganannya. Produsen juga memiliki kewajiban untuk melakukan upaya-upaya yang dirasa perlu untuk mengolah produk tersebut setelah digunakan. Dan jika terjadi pencemaran lingkunga, produsen wajib bertanggung jawab untuk memulihkannya. Dengan mengetahui apa itu sampah B3 dan peran apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulanginya, semoga keluarga dan lingkungan kita tetap sehat dan aman.

Senin, 03 September 2012

Hidup Lebih Bijak untuk Meminimalisir Dampak Sampah bagi Keadaan Sosial Ekonomi

Dampak sampah bagi keadaan sosial ekonomi tentunya tidak dapat kita pisahkan lagi dari keberadaan sampah di dunia ini yang semakin hari semakin tidak terkendali. Sejak revolusi industri, seolah kita sudah dibiasakan dengan keberadaan sampah. Maksudnya, kita sudah terbiasa menghasilkan sisa dari segala macam aktivitas kita tanpa kita tau cara untuk mengelolanya dengan baik dan benar. Dalam jangka waktu yang selama itu, kebiasaan kita telah menyebabkan terjadinya penimbunan sampah yang berlebihan yang mau tidak mau memberi dampak terhadap kesehatan serta keadaan lingkungan kita. Banyak dari kita yang tidak peduli akan keberadaan sampah-sampah tersebut karena kita belum menyadari efek dan dampak yang dapat dihasilkan. Padahal, sampah yang kita hasilkan namun kita diamkan tanpa mengalami pengelolaan yang tepat akan menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.

Ulah kita dan dampak sampah bagi keadaan sosial ekonomi

Dapat dikatakan demikian karena kitalah yang kemudian akan menuai dampak-dampak yang akan diberikan oleh timbunan sampah tersebut. saking banyaknya dampak negatif yang dapat disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik, kita dapat menyebutnya sebagai salah satu momok terbesar yang dapat mengancam kelangsungan hidup kita di bumi ini. Hal ini dapat menjadi sedemikian mengerikannya karena salah satu dampak terbesar dari penimbunan sampah adalah adanya efek gas rumah kaca yang memperburuk pemanasan global yang sudah terjadi pada saat ini. Sedangkan pemanasan global itu sendiri akan mengarah pada kerusakan lingkungan yang sangat parah yang akan berujung pada kemusnahan masal. Maka, bukan tidak mungkin jika kehidupan yang ada di bumi ini akan berakhir hanya karena sampah.

Dampak sampah bagi keadaan sosial ekonomi berhubungan erat

Selain dampak sampah terhadap lingkungan, kita juga akan mendapati dampak sampah bagi keadaan sosial ekonomi masyarakat. Sekilas memang tidak tampak keterkaitan antara keberadaan sampah dengan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat. Namun jika kita pahami secara lebih mendalam, ketiganya memiliki kaitan yang sangat erat. Keberadaan sampah yang dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan yang tepat akan menyebabkan adanya lingkungan hidup yang tercemar. Keadaan lingkungan yang demikian akan memberikan kesan yang tidak menyenangkan bagi penduduk maupun pengunjung daerah tersebut. bau tidak sedap, pemandangan yang tidak rapi dan kotor dapat mempengaruhi kondisi sosial masyarakat daerah tersebut.

Kemudian, dampak sampah bagi keadaan sosial ekonomi masyarakat lainnya dapat kita lihat dari segi pariwisata suatu daerah. Jika daerah tersebut tercemar dengan sampah, maka tingkat minat wisatawanpun akan menurun juga, sehingga pemasukan daerahpun akan berkurang. Yang tidak kalah penting adalah dampak negatif dari sampah yang berkaitan dengan tingkat kesehatan masyarakat. Keberadaan sampah yang demikian itu tentu saja membawa dampak buruk bagi kesehatan manusia. Kita akan mudah terjangkit berbagai macam penyakit, baik penyakit pencernaan maupun pernafasn seperti diare, kolera, tifus, kanker paru-paru, asma dan lain sebagainya.

Dalam kaitannya dengan keadaan ekonomi masyarakat, menurunnya kualitas kesehatan masyarakat tersebut akan diiringi dengan meningkatnya berbagai macam pembiayaan untuk kesehatan mereka, baik untuk pengobatan maupun untuk perawatan, yang makin hari makin mahal. Dengan mengingat dampak-dampak negatif yang mungkin dihasilkan oleh keberadaan sampah yang tidak dikelola dengan baik, maka akan lebih baik jika mulai saat ini kita merubah cara hidup kita untuk menjadi lebih bijak terhadap lingkungan kita. Sehingga dalam hal ini kita dapat meminimalisir dampak sampah bagi keadaan sosial ekonomi masyarakat.