Ada sejumlah penyebab kerusakan lingkungan yang sering terjadi di sekitar kita. Faktor tersebut adalah jumlah penduduk yang semakin bertambah, peningkatan teknologi yang sangat pesat, masuknya penduduk lokal ke dalam pasar kapitalis, sentralitas kebijakan serta pengelolaan keanekaragaman hayati, berkurangnya budaya masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati, dan lain sebagainya. Untuk peningkatan jumlah penduduk diakibatkan oleh sejumlah faktor seperti pernikahan di usia muda yang paling banyak terjadi di kalangan masyarakat tradisional yang beranggapan bahwa menikah dini itu penting untuk menghindari masalah sosial, ketidakpercayaan diri, dan lain sebagainya. Menikah muda tersebut juga diakibatkan oleh kurangnya kesadaran untuk mengenyam pendidikan tinggi. Perkembangan jumlah penduduk tersebut juga karena adanya kepercayaan masyarakat Indonesia yang tradisional bahwa banyak anak banyak rejeki sehingga mereka tidak mengikuti program KB seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Akibat dari peningkatan jumlah penduduk tersebut adalah tekanan terhadap sumber daya alam terutama sumber daya hayati. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hayati karena orang hanya memikirkan cara untuk makan tanpa memperhatikan kelangsungan hidup sumber daya hayati tersebut.
Kemudian, perkembangan di dunia teknologi juga ikut andil dalam masalah lingkungan karena dengan menggunakan teknologi tinggi orang semakin dapat menggali potensi sumber daya hayati dan bahkan hingga dengan jumlah yang berlebihan yang mengakibatkan berkurangnya sumber daya hayati dalam waktu singkat. Banyaknya teknologi modern yang diciptakan manusia mampu mengeksploitasi sumber daya hayati untuk keuntungan beberapa pihak. Ini berakibat fatal untuk keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati karena mereka terus-terusan dieksploitasi tanpa ada kesempatan untuk berkembang yang akhirnya mereka menjadi langka dan bahkan hilang sama sekali. Sayangnya permasalahan lingkungan tersebut juga disebabkan oleh cara pengolaan dan kebijakan yang tidak tepat seperti dengan sistem sentralistik yang hanya mengedepankan kapitalisme yang tentunya tidak mendatangkan manfaat untuk semua pihak. Proses pengelolaan tersebut pun hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu dan tidak efektif sama sekali.
Masyarakat modern saat ini sudah memiliki kesadaran yang kurang untuk mencintai lingkungan dan menjaga kelestarian lingkungan. Mereka cenderung tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan bahkan memanfaatkan sumber daya lingkungan untuk kepentingan pribadi dengan melakukan pengrusakan dan eksploitasi besar-besaran. Sejumlah perusahaan pun melakukan hal yang sama untuk kepentingan mereka sendiri. Alhasil kekayaan alam banyak terkeruk tanpa pembaharuan yang berarti. Seiring dengan permasalahan ini maka faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan tersebut perlu dihentikan atau paling tidak diperlambat lajunya. Untuk masalah peningkatan jumlah penduduk adalah dengan peningkatan pendidikan supaya orang tidak cenderung menikah dini dan pelayanan masyarakat yang lebih intensif dengan program KB atau Keluarga Berencana dengan dua anak cukup. Selain itu himbauan bahwa kepercayaan banyak anak banyak rejeki itu salah juga perlu ditingkatkan oleh instansi-instansi terkait. Untuk peningkatan teknologi sebaiknya masyarakat diberi kesadaran untuk tetap menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan teknologi yang membahayakan lingkungan sekitar dan juga tidak melakukan eksploitasi besar-besar terhadap kekayaan alam. Kesadaran masyarakat juga perlu dipupuk untuk paham kapitalis yang umumnya bersifat konsumtif. Masyarakat perlu himbauan khusus supaya dapat menyadari efek negatif kapitalisme terhadap keberlangsungan aneka hayati dan kerusakan lingkungan. Mereka perlu diajarkan untuk lebih memperhatikan lingkungan dan mencintai lingkungan. Pemerintah sendiri juga harus memperhatikan sistem pengelolaan lingkungan dengan tidak melakuan sentralisasi dan memberi kewenangan pada pihak lain untuk bisa mengelola dengan baik lingkungan sekitar mereka dengan tetap melakukan pemantauan. Mengembangkan lagi budaya masyarakat yang cinta lingkungan dan kepercayaan bahwa jika mereka baik pada lingkungan maka lingkungan pun akan dapat menopang hidup mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar