Selasa, 23 September 2014
Biogas, Alternatif Energi Untuk Kebutuhan Memasak
Banyaknya permintaan harga bahan bakar minyak di dunia semakin meningkat di setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan jumlah minyak bumi di dunia semakin berkurang sedangkan permintaan tetap saja meningkat. Alhasil harganya melambung tinggi.
Di Indonesia sendiri subsidi pemerintah untuk bahan bakar minyak terlampau tinggi sehingga APBN membengkak. Kali ini kita tidak akan membahas mengenai kebijakan pemerintah soal bahan bakar minyak, akan tetapi kemungkinan terburuknya yaitu jika harga BBM sudah sangat tinggi bahkan di atas taraf hidup kita.
Jika harga BBM sudah berada di atas jangkauan masyarakat menengah kebawah, otomatis harus mencari sumber energi alternatif karena kebutuhan energi tidak bisa berhenti. Salah satu energi alternatif untuk pengganti bahan bakar minyak adalah biogas.
Menurut namanya yaitu bio dan gas merupakan gas yang berasal dari mahluk hidup. Biogas sendiri bukanlah hal yang baru. Beberapa Negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia telah memanfaatkan biogas untuk sumber energi.
Sedangkan di Asia, negara India merupakan negara pelopor biogas sejak tahun 1900. Di India terdapat lembaga khusus untuk penelitian biogas. Lembaga ini merupakan lembaga yang didirikan oleh Inggris semaja masih menjajah India. Pada tahun tersebut sudah terdapat 36.000 unit instalasi biogas yang sudah dibangun.
Akan tetapi perkembangan biogas di Indonesia masih terbilang baru. Kebanyakan masyarakat yang menggunakan biogas merupakan lapisan masyarakat dari bidang pendidikan seperti mahasiswa atau dosen yang melakukan penelitian sendiri tanpa ada campur tangan pemerintah.
Bahkan ada peternak dan pemilik industri tahu yang mencoba sendiri membuat biogas dan berhasil. Teknologi ini sangat menjanjikan untuk mendapatkan sumber energi baru yang lebih terjangkau dan banyak bahan bakunya serta mudah didapatkan.
Biogas bisa terbuat dari kotoran ternak atau limbah tahu. Prinsip dalam pembuatan biogas adalah proses dekomposisi bahan-bahan organik yaitu limbah tahu dan kotoran ternak tersebut secara anaerobik atau tertutup dari udara bebas tanpa oksigen sama sekali.
Hasil dari proses dekomposisi tersebut adalah gas yang sebagian besar merupakan gas metan dan karbon dioksida. Gas metan inilah yang memiliki sifat mudah terbakar sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak.
Untuk membuat biogas diperlukan instalasi khusus. Bangunan utama dari instalasi ini adalah digester. Digester merupakan seperti bak untuk menampung untuk menampung bahan baku biogas tersebut. Selain bahan baku biogas, digester juga menampung gas metan hasil perombakan di dalam bak tersebut.
Ada beberapa jenis bak digester salah satunya adalah model continuous feeding. Model ini memiliki desain bak yang memudahkan untuk diisi secara berkelanjutan setiap harinya. Ukuran dari digester disesuaikan dengan seberapa banyak bahan baku yang digunakan.
Selain digester, instalasi biogas harus mempunyai penampungan lumpur. Setelah bahan baku mengalami dekomposisi, bahan baku tersebut akan tetap berwujud sehingga perlu penampungan selanjutnya. Dan setelah menghasilkan biogas sisa dari bahan baku tersebut bisa digunakan untuk pupuk kompos.
Biogas sangat bermanfaat untuk kehidupan. Dalam jumlah banyak biogas bisa menggantikan gas elpiji. Karena bahan bakunya mudah didapatkan dan harganya juga terjangkau.
Prosesnya juga tidak mudah hanya dekomposisi atau didiamkan dalam bak tertutup. Yang dibutuhkan hanya instalasi untuk tempatnya dan pipa-pipa untuk menyalurkan biogas tersebut.
Biogas selain bermanfaat juga menguntungkan juga untuk lingkungan. Dengan dimanfaatkan menjadi biogas tentu saja kotoran ternak dan limbah tahu tidak akan mencemari lingkungan. Bahkan setelah digunakan bisa dibuat pupuk kompos yang baik untuk tanah.
Minggu, 21 September 2014
Sampah Jadi Pahlawanku
Sampah merupakan salah satu sumber masalah. Sampah yang biasanya menjadi sumber permasalahan di berbagai tempat kini tidak lagi dianggap demikian. Banyak orang yang memiliki ide kreatif dalam mengolah sampah dapat menggunakan sampah sebagai sumber penghasilan setiap hari.
Jika selama penanggulangan sampah hanya berupa pembakaran dan penguburan, maka dewasa ini mulai banyak sekali metode pengolahan berbagai jenis sampah yang dapat lebih bermanfaat. Berikut merupakan beberapa cara pengolahan sampah menjadi sesuatu yang berharga bagi masyarakat.
Sampah Plastik Sebagai Bahan Batako
Jika selama ini anda hanya mengetahui bahan dasar pembuatan batako adalah pasir dan semen, maka anda salah. Ada juga metode daur ulang sampah plastik menjadi campuran bahan pembuatan batako.
Selain caranya mudah, metode ini juga sangat bermanfaat dalam mengurangi jumlah sampah plastik di masyarakat. Namun sayang metode ini kurang mendapat respon dari pemerintah. Selama ini pembuatan batako dengan campuran sampah plastik ini masih menggunakan alat seadanya, sehingga hasilnyapun juga masih sangat sedikit.
Perlu adanya perhatian pemerintah untuk memberikan sumbangan dana bagi pengrajin batako ini agar dapat memproduksi batako dari sampah plastik lebih banyak dan cepat.
Klinik Asuransi Premi Sampah
Metode pengelolaan sampah yang ini masih tergolong baru. Metode ini baru diresmikan pada tahun 2010 di Kota Malang oleh seorang dokter muda bersama empat rekannya. Nama pendiri klinik ini adalah Gamal, yang telah meraih penghargaan Internasional di Inggris atas ide cemerlangnya ini.
Konsep dari metode ini adalah dengan mengumpulkan sampah sebagai ganti biaya kesehatan. Masyarakat sekitar klinik atau masyarakat yang mau menjadi anggota dari klinik diwajibkan mengumpulkan sampah seharga Rp. 10.000 setiap bulannya.
Warga tidak diberi uang atas sampah yang dikumpulkan, namun sebagai gantinya masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan pengobatan gratis jika mengalami masalah kesehatan. Selain itu, uang dari hasil penjualan sampah digunakan untuk memperbaiki fasilitas klinik.
Sampah yang dikumpulkan dapat berupa sampah plastik, kardus dan beberapa jenis sampah lainnya. Hingga sekarang ini telah tercatat 500 anggota dari klinik ini di berbagai cabang di kota Malang Jawa Timur.
Pengolahan Limbah Kotoran Ternak
Selama ini kotoran ternak didaur ulang menjadi pupuk organik pada petani. Namun saat sekarang ini tak hanya petani yang dapat menikmati limbah dari sampah ini. Banyak peternak yang sudah dapat mengolah sampah ini menjadi sumber gas yang dapat digunakan sebagai pengganti gas LPG.
Cara pembuatan gas ini dapat anda cari di berbagai situs. Karena pengolahan kotoran ternak menjadi pengganti gas LPG ini dapat mengurangi pengeluaran dapur dan sangat memberikan manfaat untuk warga sekitar peternakan.
Mereka dapat beramai-ramai menggunakan gas ini dan hanya mengganti uang sekitar Rp. 10.000 tiap satu bulan untuk biaya pemeliharaan alat dan pembuatan gas. Api yang dihasilkanpun juga tak jauh beda dengan api dari gas LPG. Tidak berbau dan apinya lebih biru.
Pengolahan Sampah Batok Kelapa
Semua orang tentu telah tahu batok kelapa. Karena teksturnya yang keras, batok kelapa biasa digunakan sebagai kayu bakar. Namun tidak bagi pengrajin aksesoris dari Gunungkidul Yogyakarta. Mereka menyulap batok kelapa menjadi aksesoris yang bernilai jual tinggi.
Mereka membuat berbagai aksesoris dari bahan dasar batok kelapa tersebut, misalnya kalung, gelang dan anting. Kesuksesan tangan-tangan terampil ini dibuktikan banyaknya pasar yang mereka tuju, antara lain Beringharjo, Malioboro,dan beberapa toko aksesoris terkenal lainnya di Yogyakarta.
Selain menjadikan lingkungan menjadi lebih bersih, metode daur ulang sampah batok kelapa ini tergolong unik. Aksesoris ini banyak diminati baik oleh wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Omset dari penjualan aksesoris ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga metode ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)

