Lingkungan hidup merupakan suatu terminologi yang pengertiannya mencakup segala benda, baik hidup maupun tak hidup di suatu wilayah yang ada di muka bumi. Lingkungan hidup bisa mencakup wilayah tertentu yang memiliki fungsi sendiri secara alami dan berkembang sendiri tanpa campur tangan dari manusia. Lingkungan hidup di Indonesia sangat menarik untuk diamati karena di satu sisi, lingkungan alam Indonesia sangat berpengaruh pada keadaan alam di seluruh dunia sedangkan di sisi lain, orang-orang yang tinggal di Indonesia bersikeras untuk memanfaatkan lingkungan hidup mereka semaksimal mungkin untuk memajukan taraf hidup mereka. Hal ini tentu saja menarik karena Indonesia dikenal dengan negara tropis yang memiliki hutan belantara yang merupakan salah satu penghasil O2 terbesar di dunia.
Di saat pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya menggali berbagai sumber daya alam yang melimpah di atas bumi Indonesia, dunia internasional mengecam tindakan tersebut. Hal ini bukannya tanpa alasan karena penggalian sumber daya alam di Indonesia dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi perkembangan lingkungan hidup Indonesia. Namun, di satu sisi, pihak pemerintah Indonesia membutuhkan berbagai sumber daya alam untuk menghidupi negaranya. Jika hal tersebut dilihat dari perspektif peduli lingkungan alam, tindakan pemerintah Indonesia yang menggali sumber daya alam memang banyak menuai kontradiktif. Namun, jika hal tersebut dilihat dari perspektif sosial dan ekonomi, kecaman dunia Internasional tersebut sangat tidak adil. Hal ini terlihat dari banyaknya negara lain yang terus-terusan menggali sumber daya alam mereka dan tidak ada yang memprotes. Hal tersebut semata-mata karena wilayah negara mereka terletak di daerah yang bukan penghasil O2.
Jika kita mencermati berbagai alasan dan dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan lingkungan hidup di Indonesia, hal tersebut kembali mengarah ke pemanasan global. dengan meningkatnya kadar CO2 dalam udara dan semakin dibutuhkannya O2, dunia internasional seolah benar-benar mengawasi pemanfaatan hutan tropis yang memiliki O2 yang sangat melimpah, seperti Brazil, Indonesia, dan negara-negara lain yang memiliki hutan hujan tropis. Hal tersebut seolah mengindikasikan bahwa seluruh umat manusia di dunia menggantungkan paru-paru mereka pada negara-negara yang mampu menghasilkan O2 dalam jumlah besar.
Pada tahun 2007, diadakan Konferensi Tingkat Tinggi bertemakan perubahan iklim yang diselenggarakan di Bali, Indonesia. Dalam KTT tersebut, Presiden SBY bahkan mengusulkan agar negara-negara barat memberikan semacam insentif bagi negara-negara penghasil O2 terbesar agar tidak memanfaatkan lingkungan alam mereka yang akan berdampak pada kerusakan hutan dan lingkungan hidup. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya negara-negara tropis dalam menjaga kelestarian alam mereka. Meskipun mereka akan tetap memanfaatkan sumber daya alam, tetapi dengan bantuan insentif dari dunia internasional, pelestarian alam diharapkan akan tetap berjalan.
Jika kita mencermati permasalahan tersebut, solusi yang paling tepat sebenarnya adalah kesadaran dari masing-masing individu di seluruh dunia untuk menjaga alam mereka. Dengan dukungan berbagai media internasional, sampai saat ini, kesadaran manusia akan lingkungan hidup sebenarnya sudah mulai tampak. Mengenai kontroversi negara penghasil O2 terbesar atau tidak, dunia Internasional sebenarnya tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Jika kita melihat lingkungan sekitar kita, di beberapa negara sangat mudah ditemui lingkungan hidup yang terdiri dari pohon rindang dan hijau. Selama masih ada pohon dan tanaman hijau di seluruh dunia, manusia tidak akan kekurangan O2. Jadi, sebenarnya dunia internasional sebenarnya tidak terlalu bergantung pada negara tropis penghasil O2 karena di negara mereka juga mampu menghasilkan O2 selama mereka juga menjaga lingkungan hidup di sekitar mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar