Laman

Senin, 15 April 2013

Ancaman serius bagi lingkungan hidup manusia

Seiring dengan berkembangnya teknologi, hidup manusia memang menjadi semakin mudah dan nyaman. Kita tidak perlu lagi merasa lelah karena berjalan jika ingin menuju ke suatu tempat, cukup duduk dengan nyaman di dalam mobil dan kita akan sampai di tempat tujuan. Berbagai barang inovatif terbaru seperti handphone, dan gadget lainnya juga diciptakan untuk mempermudah hidup manusia. Namun kemanakah barang barang tersebut akan berakhir jika sudah tidak digunakan lagi? Kemudahan yang diterima manusia sungguh sangat tidak berbanding lurus dengan konsekuensi yang diterima oleh alam. Dibalik kemudahan tersebut, tersimpan ancaman yang dapat menjadi bumerang bagi kehidupan manusia sendiri seperti:

Sampah dan polutan

Konsep sampah dan polutan pada dasarnya sama saja, yakni hasil pembuangan manusia dari aktifitas yang mereka lakukan sehari hari. Sampah dan polutan ini bisa mencemari seluruh lingkungan hidup manusia mulai dari air, udara, dan tanah. Jika sudah tercemar, tentu saja lingkungan akan menjadi rusak dan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Terlebih, dampak buruk yang ditimbulkan tidak hanya berbahaya bagi si pelaku yaitu manusia, namun juga dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup makhluk lain yang tidak bersalah yang hidup di lingkungan yang sama.

Sebenarnya sampah dan polutan tidak akan menajdi bumerang jika dilakukan pengolahan yang tepat serta dilakukan kontrol pada produksinya. Namun sayangnya, manusia nampak tidak acuh akan bahaya ini. Mereka tetap memproduksi sampah dan limbah secara gila gilaan yang tidak berbanding lurus dengan efektifitas pengolahan serta pemusnahannya. Tidak sulit untuk menemukan faktanya. Keluar dari rumah menuju jalan raya, pasti kita bisa melihat deretan mobil dan motor yang mengeluarkan asap hitam. Gas buang dari kendaraan kendaraan bermotor inilah yang menjadi penyumbang terbesar polusi udara.

Sementara jika kita melihat ke sungai disekitar kita, sampah plastik, elektronik, besi dan berbagai barang buangan lainnya sudah bertebaran memenuhi aliran sungai yang pada akhirnya akan berakhir di laut. Tidak hanya sampah plastik, limbah kimia buangan pabrik pabrik besar juga ikut andil dalam proses penurunan kualitas air. Air yang tercemar tentunya tidak aman untuk dikonsumsi, padahal darimana kira kira air yang setiap hari kita konsumsi berasal?

Polusi air juga akan mempengaruhi ekosistem air. Makhluk yang hidup didalam air tercemar juga akan ikut tercemar, serta akan membawa zat beracun kedalam tubuh pemangsanya. Hal ini akan terus berlanjut hingga kita sebagai pemangsa tingkat akhir juga akan teracuni oleh zat yang terbawa secara berantai tersebut.

Hilangnya beberapa spesies di muka bumi

Belakangan ini, isu kepunahan beberapa spesies di muka bumi tengah hangat diperbincangkan. Diperkirakan sekitar lebih dari 4000 spesies terancam punah saat ini, dan kepunahan mereka secara tidak langsung akan mempengaruhi kestabilan ekosistem di dunia. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa jadi suatu saat kepunahan pada suatu spesies akan menyebabkan terputusnya rantai makanan dan menyebabkan kepunahan bagi spesies lain yang menjadi predatornya dan akan terus berlanjut secara berantai.

Kelangkaan yang disebabkan karena penyebab alamiah dapat dipastikan akan membaik dengan sendirinya karena hukum alam yang berlaku. Sebagai contoh, jika populasi babi hutan menurun karena musim kemarau yang melanda dan sedikitnya jumlah makanan yang tersedia, hal tersebut akan membaik dengan sendirinya saat musim kemarau berakhir. Namun yang saat ini kita hadapi adalah kelangkaan yang disebabkan oleh hal yang tidak alamiah seperti perburuan secara besar besaran terhadap suatu jenis spesies dan juga pembalakan hutan tempat tinggal makhluk liar yang kembali lagi digunakan untuk kepentingan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar