Laman

Jumat, 07 Juni 2013

Satu Orang Satu Pohon Demi Lingkungan yang Lebih Baik

Sebuah pohon saja, memiliki banyak manfaat untuk lingkungan, juga bagi makhluk hidup dan terutama manusia. Pohon ibarat nafas untuk manusia.

Pembangunan mengurangi jumlah pohon.

Pembangunan yang semakin pesat, disinyalir sebagai salah satu sebab utama berkurangnya jumlah pohon dimuka bumi ini. Pembangunan membuat pohon ditebang untuk dikorbankan. Padahal kehadiran pohon sangat penting untuk makhluk hidup dan lingkungan. Hilangnya satu pohon saja sudah membuat mata rantai kehidupan menjadi terputus. Penebangan pohon yang terus dilakukan di hutan, untuk pemenuhan kebutuhan manusia, membuat beberapa hewan menjadi berkurang jumlahnya bahkan ada yang hampir punah, karena habitat mereka yang sudah dirusak oleh manusia. Penebangan pohon juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya panas bumi, karena semakin berkurangnya pasokan oksigen dan semakin meningkatnya polusi. Berkurangnya jumlah stok air dalam tanah salah satu akibat dari penebangan pohon. Pada musim panas, manusia dan makhluk hidup di beberapa tempat yang hutannya sudah gundul menderita kekeringan dan kesulitan mendapatkan air. Dalam skala yang lebih besar, penebangan pohon dalam jumlah banyak menyebabkan hutan menjadi gundul, tanah mudah longsor, abrasi bahkan datangnya banjir bandang. Efek dari pembangunan selain penebangan pohon dalam jumlah besar adalah juga semakin menutupnya lapisan tanah karena sudah banyak yang tertutup semen atau batako. Ironis, ketika seharusnya setiap menebang satu pohon kita ganti dengan menanam satu pohon, tetapi bagaimana mungkin dalam kondisi lahan yang juga sudah semakin berkurang.

Menanam banyak pohon.

Di awal tahun 2000 masyarakat sudah mulai sadar pentingnya menanam pohon agar menggantikan pohon yang ditebang untuk kepentingan manusia, demi terjaganya keseimbangan alam. Banyak orang mulai menggalakkan kegiatan konservasi hutan dan lingkungan. Di kota besar tempat yang paling berdampak secara langsung pada laju pertumbuhan pembangunan orang mulai banyak yang berkampanye tentang penghijauan atau penanaman sejuta pohon. Berapa banyak penduduk yang ada di Jakarta misalnya, kalau setiap satu orang penduduk Jakarta menanam satu pohon, keseimbangan alam yang diharapkan, akan berhasil secara perlahan. Beberapa perusahaan besar bahkan mulai peduli dengan program penanaman pohon ini, dan menyumbang 1000 pohon pada sebuah kesempatan kampanye lingkungan hidup.

Gerakan seorang satu pohon ini juga sudah mulai diinisiasi oleh beberapa sekolah di kota-kota besar. Pada sebuah kesempatan kampanye yang didanai oleh perusahaan dan LSM peduli lingkungan dari luar negeri, menyumbangkan sejuta bibit pohon untuk dibagikan ke sekolah-sekolah, kemudian pihak sekolah membagikan pada setiap siswanya untuk dibawa pulang, dan ditanam dirumah siswa. Bukti bahwa bibit pohon tersebut sudah ditanam dirumah siswa, setiap siswa diwajibkan memotret bibit yang sudah ditanam, lalu mengumpulkan foto tersebut ke sekolah. Pada waktu-waktu tertentu sekolah kembali meminta siswa untuk memotret pohon yang diperkirakan sudah mulai tumbuh, dan melaporkannya pada pihak sekolah. Kalau ada laporan siswa bahwa bibit pohon yang ditanamnya tidak tumbuh atau mati, maka pihak sekolah akan memberikan lagi bibit pohon yang baru untuk ditanam. Bayangkan setiap orang memiliki sebuah pohon sendiri, maka kita tidak perlu berebut oksigen lagi untuk bernafas, dan suhu bumi juga tidak bertambah semakin panas. Kalau jumlah pohon dan keseimbangan alam tidak kita jaga, siapa lagi yang akan melakukannya? Kebayang nggak kalau suatu hari ketika pohon sudah semakin jarang, dan kita semakin kesulitan bernafas karena stok oksigen kurang, kemudian untuk bernafas saja kita harus membeli oksigen dalam tabung atau kemasan kaleng?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar