Sampah organik
Rumah tangga menghasilkan sampah yang lumayan banyak setiap harinya. Mulai dari plastik pembungkus sampai sisa-sisa makanan yang tidak habis dimakan menjadi sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Anda mungkin masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika kota Bandung dipenuhi oleh sampah. Selain mengurangi keindahan pemandangan, sampah juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebeb itu, perlu adanya kedisiplinan dalam membuang sampah dimulai dari rumah. Pemilahan terhadap sampah rumah tangga sangat membantu mengurangi dampak negatif yang merugikan. Sampah plastik dan sampah organik seharusnya dipisahkan dalam wadah yang berbeda. Sampah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk hancur dapat digunakan kembali menjadi barang-barang yang berguna atau dapat didaur ulang menjadi kemasan plastik lagi. Sampah organik yang mudah terurai dapat diolah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk penyuburan tanah. Jika anda berminat untuk membuat pupuk kompos sendiri, berikut adalah langkah-langkah cara pembuatannya.
Pupuk kompos
Sudah banyak orang tahu bahwa pupuk kompos yang berasal dari sampah organik akan membantu pertumbuhan tanaman. Ada tiga bahan penting yang harus anda persiapkan untuk membuat pupuk organik. Bahan yang pertama adalah sampah organik yang memiliki warna coklat seperti daun tua, ranting, dan dahan. Bahan yang kedua adalah bahan yang berwarna hijau, contohnya adalah potongan rumput, sisa sayuran, sisa buah, dan sisa kopi. Bahan yang ketiga adalah air. semua bahan-bahan tersebut harus ada jika anda hendak membuat pupuk kompos yang berguna untuk tanaman yang anda miliki. Jumlah bahan-bahan yang anda campurkan adalah sama. Dalam pembuatan kompos, masing-masing bahan harus diletakkan di lapisan yang berbeda. Hal ini karena setiap bahan menghasilkan zat yang berbeda. Bahan yang memiliki warna coklat memberikan zat karbondioksida. Bahan yang berwarna hijau memberikan zat nitrogen. Air yang juga sangat penting dalam pembuatan pupul kompos memberikan kelembaban yang cukup agar setiap bahan yang lainnya dapat terurai dengan baik.
Anda bisa memulai membuat pupuk kompos di rumah dengan memilah sampah organik sebagai bahan utamanya. Jika semua bahan sudah lengkap dan siap, anda bisa mulai membuatnya di halaman belakang rumah anda. Ada banyak sekali panduan yang bisa anda pelajari untuk memulai pembuatan kompos. Anda bisa belajar dari panduan-panduan tersebut dan menikmati hasil pembuatan pupuk kompos organik. Ada banyak sekali keuntungan yang bisa anda ambil dari pupuk kompos yang diberikan ke tanaman. Keuntungan pertama adalah tentu saja memperkaya nutrisi pada tanah. Pupuk kompos mengunci tanah agar tetap lembab dan juga menekan penyebaran penyakit dan hama pada tumbuhan. Keuntungan yang kedua adalah mengurangi pupuk kimia yang saat ini masih banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman. Keuntungan berikutnya adalah mendorong produksi bakteri yang berguna dan jamur yang berfungsi untuk menciptakan humus. Humus adalah bahan bernutrisi yang harus dimiliki tanah yang ditanami. Keuntungan yang keempat, pupuk kompos mengurangi emisi methane yang berasal dari hasil pembuangan pada alat-alat bermotor yang anda gunakan untuk bercocok tanam. Anda akan merasakan semakin banyaknya keuntungan yang anda terima sebagai akibat dari pemakaian pupuk kompos organik ini. Selain mudah untuk membuatnya, anda hampir tidak membutuhkan uang untuk membeli produk pupuk lainnya. Sebagai tambahan, anda juga sudah membantu lingkungan anda terhindar dari penumpukkan sampah organik yang dampaknya tidaklah baik bagi kesehatan. Pupuk kompos organik ini ternyata mampu melestarikan lingkungan dengan menggunakan sampah organik sebagai bahan dasar pembuatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar