Plastik adalah sampah yang paling sulit diurai dan paling banyak ditemukan. Dalam setiap kesempatan acara liburan atau pariwisata di sebuah tempat wisata, pasti menyisakan sampah plastik. Tidak hanya di darat, di sungai dan di laut sampah plastik adalah yang paling banyak ditemukan dan sangat merugikan lingkungan hidup karena sifatnya yang sulit diurai.
Bahaya plastik
Hampir semua minuman yang dijual menggunakan kemasan plastik. Hampir semua toko, mini market atau pasar menggunakan tas plastik untuk membungkus atau mewadahi barang belanjaan. Sekedar sharing, suatu hari saya pernah mampir di sebuah mini market di kota Bogor yang tidak menyediakan tas kresek plastik untuk mewadahi belanjaan. Pembeli yang berbelanja diharuskan membeli tas yang sudah mereka sediakan yang bahannya dari kain, dengan harapan akan selalu dibawa lagi setiap belanja, dan kalau pembeli menolak membeli tas yang mereka sediakan, mereka akan membungkus belanjaan si pembeli dengan kardus bekas. Menarik ya, kalau konsep seperti ini bisa dijalankan seluruh mini market atau toko di seluruh dunia, bisa kita bayangkan berapa juta sampah plastik yang kita kurangi. Kita seperti memberikan kontribusi yang besar bagi lingkungan hidup hanya dengan mengurangi penggunaan plastik. Kembali berbicara soal plastik ini, ternyata sangat berbahaya untuk kesehatan kita. Terutama tas kresek yang berwarna dan plastik yang bahan dasarnya PVC dan polistiren.
Hati-hati kalau harus mewadahi makanan yang langsung santap memakai tas kresek, ada baiknya di dalamnya dilapisi dulu memakai kertas atau daun pisang. Dalam jangka panjang, penggunan plastik kemasan untuk makanan bisa mengakibatkan kangker pada manusia. Harusnya plastik-plastik yang digunakan untuk kemasan sebuah produk dan terutama makanan, mencantumkan simbol-simbol yang menginformasikan tentang boleh atau tidaknya digunakan kembali atau aman digunakan pada suhu tertentu dan sebagainya. Sementara ini kemasan plastik yang beredar di pasaran jarang sekali yang mencantumkan simbol keamanannya. Dalam hal ini sesungguhnya kita sebagai konsumen sangat dirugikan oleh produsen, karena tanpa kita sadari kita sedang menimbun potensi penyakit dalam diri kita secara perlahan, hanya karena penggunaan plastik-plastik ini. Sebaiknya mulai sekarang segera ganti kebiasaan bergantung pada plastik. Kalaupun harus menggunakan plastik untuk makanan, gunakan plastik yang baik yang memang direkomendasikan untuk kemasan makanan. Selain aman untuk kita, baik juga untuk kelangsungan lingkungan hidup.
Efek sampah plastik untuk lingkungan
Dari sebuah penelitian tentang lingkungan, mengatakan bahwa penduduk dunia diperkirakan menggunakan 500 juta hingga 1 milyar kemasan dan kantong plastik setiap tahunnya. Kira-kira kalau dikalkulasikan dalam hitungan menit ada 1 juta kantong plastik yang berpindah tangan dari penjual ke pembeli. Berapa juta pohon yang sudah menjadi korban dalam transaksi plastik tersebut. Ketika kita menggunakan plastik, kita tidak hanya turut andil dalam berkurangnya jumlah pohon, tapi kita juga andil dalam menambah jumlah sampah plastik. Padahal butuh waktu 100-500 tahununtuk bisa menguraikan plastik dengan sempurna. Menggunakan kantong dan kemasan plastik, sama saja dengan membiarkan pencemaran lingkungan lebih besar lagi.
Bahan yang digunakan untuk membuat plastik adalah ethylene yaitu hasil penyulingan minyak dan gas. Bahan-bahan tersebut merupakan sumber daya alam yang tidak mungkin diperbaharui. Semakin banyak kita memakai plastik di hari ini, generasi selanjutnya yang akan menerima akibatnya. Di Pulau Midway, yang terletak di Lautan Pasifik, tempat habitat elang laut, banyak ditemukan sampah plastik, dan penelitian menemukan bahwa pada banyak anak elang laut yang hidup disana ditemukan banyak yang menderita sakit dan sampai meninggal karena di kerongkongannya ditemukan sampah plastik. Di Kepuauan Seribu banyak juga penyu yang mati karena memakan sampah plastik. Sebagian besar sampah yang ada di sungai maupun di laut berasal dari daratan, yang kebanyakan adalah plastik. Sampah plastik ini mengingat sifatnya yang susah terurai sebaiknya memang harus betul-betul diperhatikan agar dipisahkan dari sampah lainnya pada waktu pembuangan, agar bisa di daur ulang kembali dan berkurang efeknya terhadap lingkungan hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar