Laman

Sabtu, 08 Juni 2013

Hutan dan Manusia

Bila kita melihat suatu area yang ditumbuhi oleh banyak pohon dan tanaman lainnya, maka kita biasa menyebut area tersebut sebagai hutan. Akan tetapi, hutan bukan hanya area yang ditumbuhi oleh banyak pohon. Hutan mempunyai banyak peran bagi kehidupan manusia.

Hutan Sebagai Sumber Penghasil Kekayaan Alam.

Pada jaman dahulu, hutan menjadi tempat dimana manusia mencari makan, dengan berburu dan mencari buah-buahan yang banyak tumbuh dihutan. Akan tetapi, saat ini, hutan menjadi sumber bahan material untuk kebutuhan industri. Industri furniture dan mebel. Kayu jati yang menjadi salah satu komoditi utama dan bahan terbaik untuk pembuatan furniture. Selain itu, ada juga kayu rotan yang menjadi salah satu bahan populer untuk mebel di Indonesia.

Hutan Sebagai Penyeimbang Ekosistem.

Kita semua tahu bahwa hutan merupakan tempat dimana banyak jenis hewan hidup. Dengan adanya banyak hutan, maka hewan-hewan dan juga tumbuhan dapat berkembang biak dengan baik dan bertahan hidup. Selain itu, akan lebih jarang terjadi berbenturannya antara kehidupan dan aktivitas sehari-hari manusia dengan hewan, yang dapat membahayakan kehidupan hewan dan manusia itu sendiri. Hutan juga berperan sebagai pelindung untuk spesies tumbuhan dan hewan yang sangat langka. Salah satu bukti nyata adalah hutan di Kalimantan dan Papua, yang menyimpan jenis satwa dan fauna unik yang tidak dapat ditemui dibelahan dunia lainnya. Sayangnya, akibat eksploitasi hutan yang berlebihan, banyak hewan-hewan ini yang kehilangan tempat tinggal dan mencari makan mereka. Sehingga, akhir-akhir ini banyak hewan yang menyerang perkampungan penduduk, mulai dari orang hutan sampai gajah, yang akibatnya merugikan manusia itu sendiri.

Hutan Sebagai Laboratorium Alam.

Banyak hal yang berguna yang bisa kita dapatkan dari penelitian terhadap hutan. Peneliti menemukan bahwa ada beberapa jenis hewan di hutan yang mempunyai sensitivitas tinggi terhadap perubahan iklim, sehingga mereka dapat membantu kita untuk mengatasi global warming, atau tumbuhan yang dapat menceritakan sejarah geografis daerah tersebut. Pada dasarnya, bila hutan hilang, maka hal-hal berguna tersebut juga ikut hilang.

Hutan Sebagai Pengontrol CO2.

Seperti yang kita tahu, tanaman melakukan proses fotosintesis untuk bertahan hidup. Dan, proses ini menggunakan gas CO2 sebagai bahan utamanya. Gas CO2 itu sendiri adalah gas yang dihasilkan oleh pernafasan manusia dan hewan dan pembakaran bahan bakar fosil. Selain itu, gas CO2 dikenal juga sebagai gas rumah kaca. Ya, gas inilah yang menjadi salah satu faktor terjadinya atau memburuknya efek global warming yang kita rasakan saat ini. Hutan dengan berjuta tanaman didalamnya dapat mengatasi dan mengontrol keadaan tersebut. Artinya, bila hutan dibumi dapat berfungsi seperti seharusnya, maka, kita tidak akan mengalami segala macam dampak buruk dari global warming, seperti perubahan iklim, banjir dan lainnya. Bumi kita akan menjadi tempat yang nyaman. Selain itu, dengan banyaknya hutan, maka gas oksigen yang kita butuhkan dan juga dibutuhkan dalam pembentukan lapisan ozon yang melindungi kita dari radiasi sinar UV juga akan melimpah. Sayangnya, jumlah hutan dibumi semakin hari semakin berkurang. Hal ini juga yang memperlambat pemulihan kondisi bumi kita dari efek buruk global warming. Oleh karena itu, sudah kewajiban kita semua sebagai makhluk paling sempurna dan cerdas dimuka bumi ini untuk menjaga dan merawat hutan kita. Seperti yang kita tahu, bumi hanya memiliki 30% daratan dan sisanya air. Artinya, area yang bisa menjadi hutan juga terbatas. Bila kita terus mengeksploitasi hutan, maka bukan tidak mungkin, beberapa tahun ke depan, bumi kita akan menjadi planet yang tidak bisa dihuni, layaknya planet lain di tata surya kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar