Laman

Minggu, 02 Juni 2013

Menghemat Energi dengan Menggunakan Komputer yang Ramah Lingkungan

Kerusakan lingkungan telah membawa dampak yang mengerikan bagi bumi. Salah satu dampak yang paling berbahaya adalah pemanasan global. Banyak faktor pemicu munculnya pemanasan global yang berasal dari aktivitas manusia, seperti pemakaian alat elektronik yang berlebihan dan sebagainya. Untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah, diperlukan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan. Sebagai manusia biasa, kita bisa ikut melakukan gerakan penghematan energi untuk membantu pelestarian lingkungan. Gerakan ini bisa dimulai dari hal yang paling mudah, seperti mengontrol penggunaan komputer.

Saat ini, komputer sudah menjadi alat yang biasa orang gunakan sehari-hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak aktivitas yang kita lakukan menggunakan fasilitas komputer. Mulai dari mengerjakan tugas kuliah, kerja kantoran, untuk hiburan, bahkan hingga melakukan aktivitas sosial semuanya dilakukan melalui komputer. Kebiasaan ini menyebabkan penggunaan energi untuk menjalankan komputer menjadi tinggi sehingga biaya yang dikeluarkan juga semakin meningkat tiap tahunnya. Dalam memakai komputer, terdapat peraturan yang harus kita patuhi. Salah satunya adalah peraturan dalam menghidupkan dan mematikan komputer.

Mitos dan Fakta Penggunaan Komputer

Ada mitos yang mengatakan bahwa sebaiknya komputer tidak perlu dimatikan untuk menghemat energi. Secara umum, komputer didesain untuk bisa terus digunakan selama 40.000 kali proses on dan off. Pemakaian komputer secara normal bisa mencapai usia lima hingga tujuh tahun. Mematikan komputer justru dianjurkan karena selain bisa mengurangi pemakaian energi yang berlebihan, juga bisa mengurangi heat stress. Ada juga mitos yang mengatakan bahwa komputer sebaiknya terus dinyalakan karena energi yang diperlukan untuk mematikan dan menghidupkan kembali komputer lebih banyak daripada energi yang dikeluarkan komputer dalam keadaan terus menyala. Padahal kenyataannya, energi yang diperlukan saat komputer menyala selama tiga menit jauh lebih besar daripada energi saat CPU melakukan proses boot up.

Mitos lain mengatakan bahwa dengan mengaktifkan screen saver bisa menghemat energi. Pada dasarnya, mitos ini tidaklah salah namun juga tidak sepenuhnya benar. Screen saver memang bisa membantu menghemat energi jika digunakan pada monitor dengan tipe monochrome. Sedangkan saat ini, kebanyakan monitor sudah menggunakan teknologi obsolete. Screen saver yang cocok digunakan untuk menghemat energi adalah screen saver yang mematikan backlight sehingga membuat layar seolah-olah tampak off.

Tips Menggunakan Komputer Ramah Lingkungan

Berikut ini adalah beberapa tips dalam mengoperasikan komputer dengan benar untuk menghemat energi dan menjaga kelestarian lingkungan.
  • Biasakan untuk memakai komputer selama 8 jam saja dalam sehari. Pastikan untuk selalu mematikan komputer di malam hari untuk menghemat energi hingga 810 kWh per tahun.
  • Lengkapi kabel komputer Anda dengan surge protector dan master control outlet. Ini berfungsi untuk memutus sambungan listrik ke komputer secara otomatis apabila sedang tidak digunakan dalam waktu yang lama.
  • Gantilah monitor tabung Anda dengan monitor layar datar. Monitor layar datar menggunakan energi yang jauh lebih sedikit daripada monitor tabung. Selain hemat energi dan ramah lingkungan, Anda juga bisa bekerja lebih nyaman karena sinar yang dikeluarkan monitor layar datar lebih aman di mata.
  • Jika perlu, ganti komputer desktop Anda dengan laptop yang memiliki fitur Energy Star. Laptop menggunakan energi yang lebih sedikit daripada komputer.
  • Belilah monitor dengan ukuran layar yang lebih kecil. Monitor ukuran 14 inci mampu menghemat energi sebesar 40 persen daripada monitor dengan layar 17 inci.
Dengan melakukan berbagai tips di atas, semoga kita mampu menggunakan komputer dengan lebih bijaksana dan ikut menjaga kelestarian lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar