Laman

Kamis, 06 Juni 2013

Ide Daur Ulang Sampah Kreatif

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sampah adalah masalah pelik yang selama ini mengganggu kita. Produksi sampah yang sangat besar dari berbagai daerah setiap harinya tidak di imbangi dengan efektifitas pengolahan sampah, sehingga sampah pun tertimbun di berbagai titik dan tidak tertangani dengan baik. Diperparah dengan ketidak pedulian banyak orang akan lingkungan yang membuat mereka melakukan tindakan tidak terpuji yaitu membuang sampah sembarangan. Tidak heran jika kita dapat menemukan sampah diberbagai tempat mulai dari jalan raya hingga sungai dan pantai. Sebagai akibatnya, banyak masalah yang timbul karena tidak tertangani dengan baiknya masalah sampah ini seperti banjir dan wabah penyakit. Karena itu, mulai dari sekarang kita harus memulai gerakan pengelolaan sampah mandiri agar lingkungan kita lebih sehat dan bersih. Selain itu, pengolahan sampah secara kreatif menjadi barang komoditi juga bisa memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan. Berikut adalah beberapa ide pengolahan sampah yang dapat kita coba.

Sampah organik

Sampah yang satu ini juga dapat menimbulkan masalah karena baunya yang tidak sedap serta dapat menjadi sarang bakteri serta bibit penyakit. Untuk memanfaatkannya, kita dapat mengolah sampah jenis ini menjadi pupuk organik yang dapat dipasarkan dan memiliki nilai jual. Selain itu, ternyata sampah organik juga dapat diolah menjadi kertas loh. Salah satu yang telah mempraktekannya adalah para pengelola Taman Safari. Mereka menggunakan kotoran gajah sebagai bahan pembuat kertas dan menamainya dengan “Safari Poo Paper”. Cara pengolahannya cukup mudah. Pertama, kotoran gajah yang telah dikumpulkan dibersihkan dengan air, kemudian dihaluskan dengan mesin penghancur agar serat kasarnya menjadi lebih lembut. Setelah itu serat kotoran dikeringkan dan dihancurkan kembali lalu dikukus dalam tungku untuk menghilangkan baunya. Pada saat bersamaan, kertas kertas bekas berwarna putih dicampurkan kedalamnya dan diaduk menjadi satu. Setelah itu, campuran ini diangkat menggunakan frame yang biasa digunakan sebagai alat sablon lalu ditempelkan diatas kain kanvas. Bahan ini dibentuk persegi lalu dikeringkan, dan kertas kotoran gajah pun siap digunakan. Taman Safari sendiri menggunakan Safari Poo Paper sebagai bahan pembuat voucher, kertas undangan, leaflet, dan lain lain. Kegiatan kreatif dari taman safari ini juga mendapat perhatian khusus dari Mentri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya yang secara langsung datang ke lokasi pembuatan, yang juga berharap agar kegiatan ini dapat dicontoh dan dapat mendorong masyarakat agar lebih mencintai serta merawat bumi.

Sampah kain

Jenis sampah yang satu ini memang tidak mudah untuk diurai, bahkan bisa memakan waktu puluhan tahun bagi alam untuk mengurainya. Karena itu, lebih baik kita berpikir secara kreatif dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan layak jual daripada membiarkannya menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Dengan sedikit ketrampilan dan usaha, kita bisa memanfaatkan sisa kain atau kain perca sebagai bahan dasar membuat bedcover. Kain perca dengan berbagai motif dan warna bisa kita rangkai menjadi motif mosaik yang indah yang kemudian kita gunakan sebagai lapisan paling luar dari bedcover. Dengan sedikit usaha, tentunya kain perca ini sekarang menjadi lebih bernilai. Selain itu, kain perca juga dapat dimanfaatkan untuk membuat sarung bantal. Prinsipnya sama saja seperti saat membuat bedcover, kain perca dengan berbagai motif dan warna dirangkai sedemikian rupa, kemudian dijahit kembali dalam berbagai bentuk sesuai dengan bentuk bantal yang diinginkan. Selain bantal dan bedcover, kain perca juga dapat disulap menjadi berbagai hiasan hijab seperti bandana, bross, dan headband yang tentunya memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar