Laman

Kamis, 06 Juni 2013

Cara Mendukung Gerakan Peduli Lingkungan

Bumi Pertiwi sedang bersusah hati dan lara. Kesedihan itu diekspresikannya dengan kian intensnya bencana alam yang terjadi. Padahal, bencana alam pada hakikatnya bukan semata kemurkaan alam, namun juga akibat dari tangan-tangan manusia yang tak bertanggung jawab dan nakal dalam ketidakpeduliannya kepada Bumi tempatnya hidup. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban bagi manusia untuk meredakan amarah alam dengan gerakan peduli lingkungan. Banyak cara yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat luas, maka, sekarang adalah waktunya bagi masing-masing individu untuk bertindak nyata, bahkan dengan tindakan yang dianggap remeh sekalipun.

Cara Mudah Peduli Lingkungan

Cara-cara mudah untuk mengejawantahkan kepedulian terhadap lingkungan.

1. Membuang sampah di tempatnya. Bila tidak menemukan tempat sampah, simpanlah untuk sementara di saku baju atau tas sampai mendapati tempat sampah yang semestinya. Jelaslah diharap agar tidak ada lagi orang yang membuang sampah di sembarang tempat, terutama di saluran air—baik yang alami ataupun buatan—seperti di sungai, laut, waduk, selokan, gorong-gorong, dan lain-lain.

2. Berperan aktif dalam mencetuskan atau berpartisipasi pada program bersih-bersih atau yang dikenal dengan kerja bakti. Tentu saja dengan tujuan membersihkan lingkungan, target khususnya sudah pasti adalah saluran air (selokan atau sungai, dan lainnya) yang dipenuhi sampah.

3. Menanam pohon atau merawat tanaman. Gerakan penanaman pohon kian digalakkan, terutama di lahan yang gundul. Namun demikian, seyogianya gerakan menanam pohon bisa dilakukan tanpa menunggu terjadinya penggundulan lahan. Khususnya untuk industri terkait pohon atau perkayuan, sebaiknya terdapat kebijakan untuk menanam pohon dua kali lipat dari jumlah pohon yang ditebang. Masih berkaitan dengan penghijauan, tiap individu dan/atau kelompok bisa membuat taman ataupun kebun pribadi, baik di rumah maupun di kantor. Taman atau kebun pribadi ini tidak perlu lahan yang sangat luas. Bahkan hunian tanpa pekarangan atau halaman belakang pun bisa dibuatkan taman atau kebun pribadi, apalagi di tempat kerja yang hanya bermodalkan satu meja dan satu kursi di salah satu kubikel kantor. Cukup dengan satu (atau beberapa) tanaman hias dan jenis tanaman lain di dalam pot, asalkan telaten dalam merawatnya, dapat turut mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Cara Aktif Peduli Lingkungan

4. Turut dalam tindakan 3R (Reuse, Recycle, Reduce) atau menggunakan kembali, mendaur ulang, dan mengurangi. Pada hakikatnya, jangan sembarangan membuang barang bahkan walaupun barang tersebut tampak rusak dan seolah tidak bisa dipakai lagi karena selalu ada cara ciamik untuk tetap memanfaatkan barang bekas tersebut. Misalnya memanfaatkan plastik detergen untuk diolah menjadi barang kerajinan seperti dompet atau tas, dan seterusnya. Atau contohnya juga dengan mengurangi konsumsi listrik, air bersih, dan bahan bakar mesin. Cegah pemborosan listrik dan air bersih. Misalnya dengan mencabut steker dari soket listrik bila barang elektronik tidak digunakan. Hindari ketergantungan pada kendaraan bermotor dan bila masih mampu, sebaiknya berjalan kaki atau naik sepeda bila tujuannya jarak dekat.

5. Membawa sendiri benda-benda yang sekarang umumnya hanya sekali pakai seperti sumpit, sedotan, air minum (membawa air minum dalam botol atau wadah milik pribadi untuk mengurangi kekerapan membeli air minum dalam kemasan), saputangan sebagai pengganti tisu yang hanya satu kali pakai, tas belanja (sebagai pengganti kantung kresek, dengan tujuan mengurangi penggunaan plastik yang bila dibuang akan sulit diurai).

6. Pembenahan prosedur dalam pengelolaan dan pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang banyak dijumpai di industri (usaha kecil sampai pabrik besar), pertambangan, rumah sakit, apotek, laboratorium, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar