Tetangga ada yang memelihara unggas di lingkungan pemukiman yang sempit, tentu membuat Anda merasa was-was. Memelihara unggas itu juga ada aturannya, agar tidak merugikan lingkungan sekitar, terutama apabila terjadi wabah flu burung, tidak berdampak langsung kepada tetangga kiri kanan.
Menyelamatkan tetangga dari flu burung
Virus flu burung atau H5N1 karakteristiknya sangat kuat, karena ia bisa hidup bertahan beberapa minggu dalam kerongkongan unggas, di tanah dan air. Tidak hanya itu, virus ini juga mampu bertahan dalam suhu udara yang sangat dingin sekalipun, dan hanya bisa mati jika dimasak. Mengingat mudahnya virus ini menyebar, maka perlu diperhatikan agar tidak membuat kandang atau memelihara unggas di lingkungan pemukiman, terlebih kalau jarak satu rumah dengan yang lain berdekatan (perkampungan), karena akan membahayakan tetangga sekitar.
Infeksi virus flu burung pada unggas penyebabnya banyak ; dalam satu kandang unggas, kalau ada satu yang terjangkit virus, maka kontak secara langsung bisa menyebabkan tertular. Bisa juga dari kotoran burung atau unggas yang terinfeksi, kalau disekitar kandang terdapat sumber mata air, dan tercemari kotoran atau bulu unggas terinfeksi, bisa dipastikan flu burung akan menjadi wabah di lingkungan sekitar tempat tersebut. Manusia bahkan bisa membawa virus tersebut dari daerah wabah, melalui media pakaiannya, perkakas yang ia pakai, ataupun kendaraannya.
Anda juga harus mengenali gejala flu burung karena akan sangat berguna untuk lingkungan sekitar Anda. Kalau di lingkungan sekitar tempat tinggal Anda ada banyak unggas dalam jumlah yang besar mati secara mendadak, maka harus dicurigai sebagai wabah flu burung. Segera dilaporkan pada pejabat daerah setempat untuk dilakukan tindakan agar wabah tidak menyebar. Tetapi jauh sebelum terjadi wabah, Anda harus mengenali juga ciri-ciri unggas yang terinfeksi flu burung, jengger berwarna biru, bengkak dan kadang berdarah. Terjadi pendarahan pada kulit yang tidak ada bulunya. Kelopak mata unggas bengkak, tidak mau makan dan lemas, mengeluarkan air mata, dan diare. Kalau ada diantara unggas-unggas peliharaan di lingkungan sekitar Anda yang menunjukkan gejala tersebut, segera komunikasikan dengan pemilik unggas, agar segera ditangani.
Tindakan penyelamatan lingkungan dari wabah
Kalau terjadi unggas mati mendadak dalam jumlah besar di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda, ataupun hanya satu, Anda harus segera melakukan : melaporkan kasus tersebut pada pihak terkait, perangkat desa atau dinas kesehatan. Ketika melakukan pembersihan lokasi, menggunakan sarung tangan, sepatu boots dan masker, jaket khusus apabila dibutuhkan. Jangan pernah sekali-sekali membuang unggas yang sudah mati, karena unggas yang mati harus dikuburkan atau musnahkan dengan cara dibakar. Sebelum meninggalkan lokasi kandang, selalu mencuci tangan, menukar pakaian dan mencuci peralatan yang dipakai, bahkan juga roda kendaraan. Jangan pernah mengkonsumsi unggas yang sakit, karena bisa jadi unggas tersebut terjangkit virus, atau menjual bangkai unggas. Virus ini sangat mematikan bahkan pada manusia yang terjangkit.
Pada manusia, virus ini bisa menular melalui kontak secara langsung dengan unggas terinfeksi ketika mengangkat atau menyembelih unggas, atau bisa juga melalui kotoran, mengkonsumsi daging yang belum matang, telur setengah matang, atau mengkonsumsi darah unggas terinfeksi. Sebaiknya mulai sekarang Anda hanya mengkonsumsi daging dan telur unggas yang dimasak sampai matang. Gejala yang muncul pada manusia apabila terinfeksi virus ini, demam tinggi terus menerus sampai 38 derajat, sakit kepala, batuk,sampai sesak nafas, nyeri di sendi-sendi tangan, punggung dan kaki, hingga pernafasan sangat terganggu, dan kalau tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian. Membiarkan seseorang memelihara unggas dengan kebersihan dan kelayakan di bawah standar, di lingkungan sekitar tempat tinggal Anda, sama halnya membuka gerbang bagi masuknya virus flu burung. Apabila ada diantara masyarakat sekitar hunian tempat tinggal Anda memelihara unggas, laporkan pada pihak terkait, barangkali perawatannya belum memenuhi syarat, tunjukkan sikap yang tegas untuk memberikan larangan pada orang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar