Laman

Jumat, 05 April 2013

Mengajari Anak Untuk Cinta Lingkungan

Lingkungan hidup adalah habitat kita dan anak cucu kita untuk hidup. Jika lingkungan kita sekarang sudah rusak, kelak dimana anak cucu kita akan tinggal? Oleh sebab itu marilah kita mulai lebih mencintai lingkungan kita dan kita anggap lingkungan bukan hanya sebuah anugrah dari Tuhan namun adalah milik kita sendiri yang layak kita jaga dan lindungi seperti kita melindungi anak-anak kita.

Untuk melindungi alam dan lingkungan yang kita cintai ini, tidak bisa kita melakukannya sendiri, perlu ada sinergi antara kita dan anak-anak kita, oleh sebab itu kita harus mengajari anak-anak kita secara dini untuk mencintai dan melestarikan alam ini. Ada banyak hal mudah yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita bagaimana cara melestarikan alam ini. Yang perlu kita lakukan hanyalah memberi tahu dan memberi contoh.

Mengajari Anak Berhemat Energi

Berhemat energi adalah salah satu cara untuk melestarikan alam karena saat ini sumber energi terbesar yang kita pergunakan adalah sumber energi fosil atau minyak bumi yang menghasilkan banyak sekali polusi serta suatu saat akan habis keberadaannya. Marilah kita mengajari anak kita untuk mencintai lingkungan dengan cara mengajari mereka hemat listrik. Menghemat listrik selain bisa menghemat pengeluaran juga bisa menyelamatkan lingkungan karena listrik di Indonesia sebagian masih diproduksi dengan mesin diesel dan juga bahan bakar batu-bara (PLTU) yang menghasilkan banyak polusi karbondioksida serta polutan lainnya.

Mengajari anak hemat air juga membantu melestarikan alam karena saat ini banyak saudara kita yang belum mendapat akses layak ke air bersih. Hemat air bisa dicontohkan dengan mandi memakai air secukupnya, menyiram tanaman dengan air bekas mandi atau bilasan terakhir cucian. Menghemat penggunaan kertas juga sangat baik untuk diajarkan kepada anak-anak kita karena bahan baku kertas adalah kayu yang diambil dari hutan. Kertas harus dipergunakan secara maksimal yaitu dua belah sisi harus dipergunakan dan setelah kertas tidak bisa dipergunakan lagi, jangan langsung dibuang namun bisa untuk bungkus banyak benda atau dijual kepedagang untuk bungkus dagangan atau dijual ke pengepul kertas yang akan menjual kertas bekas tersebut ke pabrik kertas untuk dijadikan kertas baru.

Mengajari Anak Memilah Sampah yang Bisa Menjadi Sumber Polusi

Mengajari anak untuk memilah sampah yang dibuang juga termasuk melestarikan lingkungan. Ada banyak jenis sampah yang kita buang tiap hari. Sampah-sampah tersebut bisa dibedakan menurut bahan pembuatnya atau menurut basah keringnya. Ajari anak kita membedakan sampah kering dan sampah basah. Sampah kering misalnya kertas, plastik, sampah daun dan sebagainya sementara sampah basah antara lain limbah rumah tangga, bekas menstruasi, dll. Sampah kering bisa langsung dibakar atau dipilah lagi antara plastik dan non plastik sampah plastik tidak boleh ditimbun tanah karena akan menjadi polusi. Sampah yang kira-kira bisa dipergunakan lagi semacam kardus dan juga kantong plastik yang bisa dipergunakan lagi, gunakanlah untuk berbelanja sehingga tidak perlu membeli kantong plastik lagi.

Ajari juga anak untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti membuang sampah disungai atau membuang sampah sembarangan. Jangan lupa untuk mengajari anak-anak untuk menanam pohon disekitar rumah atau lahan kosong untuk menghijaukan lingkungan. Jika anak-anak sudah diajari untuk ikut mencintai lingkungan dan ikut menjaganya maka kita sudah memberikan modal kepada anak-anak kita untuk bertahan hidup serta mempersiapkan lingkungan hidup yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar