Kesehatan tidak hanya soal fisik semata, namun juga lingkungan sekitar. Terutama karena lingkungan yang sehat turut mendukung pula sehatnya jasmani dan rohani. Lingkungan sekitar termasuk lingkungan hidup (alam), lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat kerja, lingkungan tempat berolah raga, lingkungan taman sekitar pemukiman, lingkungan tempat rekreasi, ataupun yang lainnya. Lingkungan yang sehat jelas akan mendukung jasmani yang sehat.
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada di antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat manusia. Menyepakati lembaga resmi PBB tersebut, HAKLI juga menegaskan bahwa kesehatan lingkungan adalah kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia. Kesehatan lingkungan yang dimaksud oleh WHO maupun HAKLI tentu mencakup pula penyediaan air minum (air bersih), pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran, dan seterusnya.
Langkah Kecil Pelestarian Lingkungan
Air (hidrogen) merupakan unsur penyusun manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun air yang tergenang sembarangan walaupun jernih dan bersih pun dapat menjadi sumber penyakit. Nyamuk demam berdarah menyukai genangan air untuk tempat jentik-jentik nyamuk, karenanya, jaga agar di lingkungan sekitar tidak terdapat genangan air terbuka, jangan biarkan air bersih di bak mandi terbuka, apalagi yang berada di jalanan, segera bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk penghisap darah sekaligus sumber penyakit.
Selain itu, menghemat pemakaian air bersih, dalam hal ini, tidak menghambur-hamburkan air bersih. Membuang sampah pada tempatnya tindakan termudah namun nyata untuk menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah di sumber air seperti di area mata air, sungai, laut, dan waduk, ataupun di saluran air seperti di parit dan gorong-gorong, bahkan sampai mengotori dan mencemari alam hingga lingkungan tidak sehat. Lingkungan yang tidak sehat pada akhirnya akan menjadi penyakit bagi manusia.
Limbah dan sampah yang dibuang sembarangan serta tidak sesuai tata aturan yang berlaku akan mencemari tanah dan air tanah yang juga menjadi sumber kehidupan manusia. Tanah dan air tanah yang terpolusi oleh limbah dan sampah beracun serta sulit terurai dapat menyebabkan kematian penghuni alam, misalnya saja meracuni ikan. Ikan dengan kandungan toksin dari limbah pabrik atau sampah rumah tangga bisa jadi suatu saat termakan oleh manusia secara tidak sengaja dan menyebabkan penyakit mematikan, atau setidaknya meresahkan.
Sebab itulah, pabrik diimbau untuk membuat tempat pembuangan limbah yang memadai dan mematuhi undang-undang lingkungan. Ini tentu demi umat manusia maupun lingkungan itu sendiri, toh pada akhirnya, bila lingkungan dan masyarakat sekitar pabrik tidak mengalami masalah dengan limbah produksinya juga akan menguntungkan perusahaan tersebut.
Gerakan Besar Pelestarian Lingkungan
Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan mendukung gerakan pemerintah dalam ajakannya kepada masyarakat luas untuk naik transportasi umum seperti mobil angkutan kota (ataupun desa), bus, kereta, dan lain-lain. Ini tentu bisa memperkecil emisi karbon dan turut menjaga kesehatan lingkungan alam agar udara bersih tidak terpolusi selain untuk mendukung penghematan konsumsi bahan bakar fosil.
Gerakan ini tentunya juga harus didukung oleh pemerintah dengan menyediakan sarana transportasi yang aman, nyaman, rute mudah, serta harga terjangkau bagi penggunanya. Dengan fasilitas transportasi umum demikian, masyarakat pun dapat lebih menghemat pengeluaran bahan bakar mesin. Memilih alternatif lain dalam bepergian selain dengan kendaraan bermotor yang mencemari udara dengan karbondioksida dan karbonmonoksidanya, yakni dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Selain membantu menjaga lingkungan sehat, tubuh pun lebih sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar