Lingkungan merupakan fondasi sekaligus pilar penopang utama kehidupan manusia yang kakinya menapak dan melangkah di Bumi dengan tegapnya, sehingga sudah semestinya manusia turut menjaga dan merawatnya. Manusia membutuhkan lingkungan bukan hanya sebagai tempat tinggal, bekerja, ataupun melakukan aktivitas lainnya, namun juga untuk tempat berlindung dan mendapatkan makanan. Lingkungan alam menjadi tempat bernaung bagi seisi makhluk hidup maupun benda mati di dalamnya. Ia menyediakan makanan dan minuman, berfungsi sebagai tempat tinggal juga berperan sebagai tempat berpijak serta tempat bertumbuh yang tak tergantikan.
Dengan kondisi alam yang kian lama kian memprihatinkan, maka manusia perlu mawas diri—apalagi penyebab terbesar kerusakan alam adalah ulah manusia yang tidak bertanggung jawab—dan melakukan tindakan nyata bagi lingkungan, baik dengan cara yang sederhana maupun gerakan dengan banyak orang yang bekerja sama di level lebih tinggi.
Pelestarian Lingkungan Multilevel
Banyak pemerhati lingkungan yang membentuk kelompok, komunitas, ataupun lembaga dengan berbagai program dan gerakan untuk pelestarian lingkungan hidup dan penghijauan kembali. Gerakan go green beragam komunitas tersebut ada yang dilakukan dalam skala besar dan level cukup tinggi, seperti misalnya turut membantu pemerintah dan masyarakat luas dalam pengelolaan dan pengolahan sampah juga limbah, melakukan proses pendauran ulang sampah, gerakan penanaman pohon, dan lain sebagainya. Bila merasa masih belum memiliki waktu atau tenaga untuk berpartisipasi dalam komunitas, menjaga kelestarian lingkungan sesungguhnya bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan simpel, cukup dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekeliling.
Menjaga kebersihan jelas merupakan satu poin penting dalam tindakan menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu caranya tentunya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, terutama tidak di sungai, laut, bendungan, dan saluran air buatan (selokan, kanal, dan gorong-gorong). Bila perlu, saat membuang sampah, pilah dan kelompokkan sampah rumah tangga menjadi dua, yakni yang organik dengan yang nonorganik. Hal ini dilakukan untuk membantu petugas, sukarelawan, atau pihak-pihak yang berkepentingan yang dapat mengolah dan mendaur ulang sampah dari buangan yang nonorganik.
Mengganti sabun mandi, shampo, dan detergen dengan yang berteknologi ramah lingkungan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena di pasaran sudah banyak beredar sabun mandi, obat keramas, dan sabun cuci yang terbuat dari bahan alami ataupun bahan yang mudah diurai oleh alam sehingga tidak mengganggu ekosistem lingkungan hidup. Mengadakan dan ikut bergotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal dan/atau tempat kerja sebagai wujud cinta lingkungan serta dapat memupuk rasa kebersamaan dengan tetangga atau kawan sekantor.
Penghematan Finansial Sekaligus Pelestarian Lingkungan
Mengganti kompor minyak tanah dan kayu bakar (arang) dengan kompor gas sebagai alternatif untuk menjaga alam serta penghematan biaya hidup sehari-hari. Melakukan penghematan sumber daya listrik dan air bersih. Ini tentu saja juga dapat membantu memangkas tagihan listrik dan air. Caranya tidaklah rumit, cukup dengan mematikan barang elektronik yang sedang tidak terpakai atau saat hendak tidur, seperti televisi, komputer, lampu, pendingin ruangan (air conditioner), kipas angin, dan seterusnya.
Mencoba lebih banyak berjalan kaki atau naik sepeda sebagai alternatif bepergian apalagi bila jarak yang ditempuh cukup dekat daripada menggantungkan diri pada kendaraan bermotor. Atau juga memilih angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Lebih praktis lagi bila bisa “menebeng” atau memberi “tebengan” rekan sekantor, sesekolah, atau sekampus yang tempat tinggalnya masih sewilayah. Yang memberi “tebengan” bisa mendapat ganti “uang bensin”, yang “menebeng” juga bisa lebih santai. Semua ini tidak hanya membantu penghijauan lingkungan, namun juga bisa menghemat finansial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar