Tahukah anda bahwa Earth Hour 2013 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2013 kemarin? Bila kota anda ikut menyemarakkan program global tahunan ini, tentunya pada pukul 08.30 hingga 09.30 malam kemarin anda dapat menyaksikan banyaknya sarana umum, usaha – usaha, dan perumahan mematikan lampunya pada jam – jam ini. Mungkin anda adalah salah satu partisipan dalam acara tahunan ini. Di Indonesia sendiri, organisasi Earth Hour telah masuk dan melaksanakan kampanye hemat energinya sejak tahun 2009 kemarin. Kemudian kampanye tersebut terus berlanjut hingga tahun 2013 ini.
World Wildlife Fund Merintis Earth Hour
Earth Hour merupakan organisasi rintisan World Wildlife Fund atau yang sering disingkat WWF. World Wildlife Fund merupakan organisasi dunia yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Earth Hour sendiri merupakan bentuk kampanye WWF terhadap masalah pencemaran lingkungan hidup yang marak diperbincangkan belakangan ini. Kegiatan ini awalnya dilaksanakan pertama kali di Sydney, Australia, yang mana warga dan pemerintah mematikan lampu – lampu pada fasilitas umum dan perumahan. Momen ini kemudian menjadi cikal bakal pengadopsian Earth Hour di seluruh dunia hingga sekarang.
Menurut catatan yang dikeluarkan oleh WWF Indonesia, sebanyak 30 kota besar di Indonesia telah sukses mengurangi gas emisi buang dengan mengikuti kampanye ini pada tanggal 23 Maret kemarin. Awalnya kampanye program penghematan energi dan kesadaran akan kebutuhan lingkungan yang lebih hijau ini hanya diikuti oleh sedikit kota besar di Indonesia. Namun, dengan bantuan komunitas – komunitas Earth Hour dan juga lingkungan yang telah ada, akhirnya komunitas ini terus bermunculan di seluruh Indonesia untuk menularkan energi positif pada semua kalangan, termasuk pengusaha dan pemerintah.
Earth Hour yang digencar – gencarkan oleh WWF Indonesia dan Earth Hour Indonesia tahun ini mengangkat tema “Ini Aksiku! Mana Aksimu?”. Diharapkan budaya gaya hidup hijau atau hemat energi dapat terus dikomitmenkan demi mengurangi proses perubahan iklim atau global warming yang menjadi konsen dan keprihatinan banyak pihak dunia. Lebih spesifiknya lagi, dua organisasi lingkungan hidup ini berjuang dalam mengampanyekan isu – isu hemat energi, penggunaan transportasi umum, penghidupan taman kota, dan pengurangan penggunaan sampah plastik, tisu, dan kertas.
Earth Hour Di Indonesia
Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia adalah salah satu kota perintis pertama dalam kegiatan ini. Pada tahun 2013 ini, untuk kelima kalinya Jakarta telah mengikuti program Earth Hour. Dengan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta, ‘Switch Off’ atau mematikan lampu telah dilaksanakan pada acara puncak Earth Hour tahun ini. Banyak tempat – tempat umum seperti Bundaran HI, Lapangan Monas, dan masih banyak lagi dipadamkan pada malam puncak tersebut.
Pemerintah sadar bahwa tingkat konsumsi listrik yang sangat tinggi dari warga Jakarta ini haruslah segera diubah sesegera mungkin. Kehidupan konsumtif akan energi seharusnya menjadi pola kehidupan hemat energi. Lewat Earth Hour ini, Pemprov Jakarta berniat untuk sekaligus mengampanyekan penghematan listrik yang apabila tidak segera disadari gaya hidup warga Jakarta dari tahun ke tahun tersebut akan menjadi momok tersendiri di kemudian hari.
Acara yang bertemakan ‘Padam 1 jam Jakarta’ ini dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta dan disemarakkan oleh berbagai aksi dari komunitas – komunitas lingkungan hidup sejak pagi. Selain itu, berbagai penampilan juga turut menghiasi acara lingkungan hidup akbar di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar