Photo: Stefan Ray, CC.
Tidak dapat dipungkiri bahwa polusi air kini marak terjadi di berbagai daerah di dunia, bahkan di negeri kepulauan bahari seperti Indonesia. Air yang semenjak lama dikenal sebagai sumber kehidupan kini terancam hilang akibat maraknya pencemaran terlebih bagi sumber air yang terletak di kawasan perkotaan maupun padat penduduk. Padahal, air menjadi sumber penghidupan utama manusia untuk konsumsi, peningkatan kebersihan, dan bahkan dalam setiap aktivitas sehari-hari.
Namun apakah Anda yakin bahwa air di sekitar lingkungan Anda memang masih bersih? Berikut indikator air sehat yang layak di konsumsi beserta langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk melestarikan air.
Indikator Air Sehat.
Tentu saja Anda tidak mau mengkonsumsi air yang tidak sehat bukan? Alih-alih memberi hidup malah air yang tercemar akan mendatangkan kuman penyakit serta gangguan kesehatan. Jika di sekitar tempat tinggal Anda ada danau, bendungan, atau sungai maka Anda bisa gunakan beberapa indikator fisik yang kasat mata sebagai berikut:
- Warna keruh pada sumber mata air menandakan adanya polusi akibat getah atau lem dalam tingkat tinggi. Air seperti ini sangat membahayakan bagi kesehatan kulit dan juga pencernaan manusia.
- Di daerah yang rawan lumpur, harus berhati-hati karena mungkin saja air bisa tercemar lumpur ataupun terkontaminasi mikroorganisme yang membahayakan. Biasanya air yang tercemar akan berbau dan juga bertekstur sedikit keruh pada warnanya.
- Bagi daerah muara sungai, Anda perlu berhati-hati jika merasakan sumber air sungai di sekitar tempat itu berasa asin dan sedikit berwarna payau. Hal ini menandakan tingginya kadar garam dan air tidak bisa dikonsumsi langsung sebagai air minum meskipun sudah dimasak.
- Air yang jernih adalah air yang tidak berwarna. Jadi jika air dari pompa pam anda berwarna merah kekuningan pasti sudah tercemar oleh besi dan warna coklat pekat menunjukkan pencemaran oleh tanah.
- Bagi Anda yang menggunakan sumur tanah, sebaiknya berhati-hati jika air sumur anda memiliki rasa tertentu. Bisa jadi ini akibat dari polusi oleh zat mineral seperti polusi besi, alumunium, sulfat, dan mangan dalam jumlah besar yang mengancam kesehatan jika dikonsumsi.
- Jika air berwarna normal namun berasa sabun, maka air tersebut telah terkonatminasi alkali ataupun tercemar limbah rumah tangga.
Contoh lain adalah pengamatan terhadap kehidupan organisme siput air dalam danau dan sungai. Siput air adalah binatang yang hanya bisa hidup di muara sungai yang airnya bersih dan jernih.
Langkah Sederhana Penyelamatan Air.
Jika Anda ingin melestarikan air bagi generasi masa depan maka kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pengolahan sampah merupakan hal penting. Menghindari pembuangan sampah langsung ke sungai, daerah resapan air, muara, danau, dan juga pembuangan secara sembarangan merupakan hal yang penting. Hindari kebiasaan berburu satwa dan penebangan flora yang memang diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Pastikan rantai makanan tidak rusak dan predator seperti ular, burung, dan kelelawar ada sehingga bisa menekan jumlah hama. Dan yang paling penting adalah penghematan air. Pastikan gunakan air seperlu kita dan jangan lupa matikan kran saat tidak perlu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar