Laman

Minggu, 09 Juni 2013

Sayangi Orang Utan


Fakta Mengenai Orang Utan.

Orang Utan merupakan salah satu satwa kebanggan Negara kita. Ini karena Orang Utan memang merupakan satwa khas Indonesia dan tidak didapati di Negara lainnya di dunia ini. Ada dua jenis Orang Utan yang hidup di Indonesia, jenis pertama adalah Sumatran Orang Utan (Orang Utan Sumatra) atau dikenal dengan nama Latin, Pongo Abelii dan juga Borneaen Orang Utan (Orang Utan Kalimantan) atau yang memiliki nama Latin Pongo Pygmaeus.

Seperti namanya, kedua jenis Orang Utan tersebut berasal dari dua pulau besar yang ada di Indonesia, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Kedua jenis Orang Utan itu bukan saja memiliki lingkungan asal yang berbeda namun juga memiliki karakteristik fisik yang juga berbeda. Orang Utan asal Kalimantan memiliki tubuh yang lebih besar, bulu pendek, berwarna gelap dan cokelat kemerahan yang tumbuh jarang-jarang.

Selain itu, Orang Utan Kalimantan yang masih kecil biasanya memiliki bintik-bintik berwarna kemerahan atau kehijauan yang akan hilang dengan sendirinya ketika mereka beranjak dewasa. Sedangkan jenis kedua, yaitu Orang Utan Sumatera memiliki ciri fisik lain.

Tubuh Orang Utan Sumatera lebih kecil jika dibandingkan dengan Orang Utan Kalimantan. Selain itu Orang Utan Sumatra juga memiliki warna bulu yang berbeda, yaitu bulu yang lebih cerah atau lebih berwarna oranye serta memiliki tangan yang lebih panjang dari kakinya.

Satu hal yang amat disayangkan adalah fakta bahwa populasi Orang Utan sudah sangatlah sedikit sehingga termasuk sebagai hewan yang terancam punah. Menurut data yang dikeluarkan oleh International Workshop Population Habitat Viability Analysis (PHVA) di tahun 2004, populasi Orang Utan Kalimantan tinggal 57.797 ekor dan Orang Utan Sumatera hanya tinggal 7501 ekor saja.

Oleh karena itu, akhirnya Orang Utan dimasukkan ke dalam daftar hewan yang terancam punah dalam satu atau dua decade jika tidak dilakukan berbagai tindakan pelestarian. Apalagi jika mengingat bahwa Orang Utan hanya akan memiliki satu anak saja setiap kali melahirkan anak dan mereka membutuhkan waktu 5 sampai dengan 8 bulan masa kehamilan.

Penangkaran Orang Utan.

Fakta tentang jumlah Orang Utan yang sangat sedikit ini telah menimbulkan banyak kepedulian dari berbagai pihak baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri. Terbukti, banyak penangkaran Orag Utan bermunculan di mana-mana.

Kalimantan yang merupakan pusat Orang Utan dan Sumatera yang memiliki populasi Orang Utan yang lebih sedikit jumlahnya memang menjadi sasaran urama para pencinta satwa yang satu ini. Di penangkaran-penangkaran Orang Utan ini, berbagai pelestarian Orang Utan telah dilakukan dalam usahanya untuk meningkatkan jumlah Orang Utan dunia.

Selain itu, masih ada lagi penangkaran Orang Utan yang ada di pulau lain seperti di Pulau Jawa. Di daerah Kulon Progo, Jawa Tengah terdapat sebuah penangkaran Orang Utan yang dikelola oleh pihak swasta. Penangkaran yang satu ini juga melakukan usaha pelestarian. Orang Utan yang merupakan hewan yang terancam punah tidak seharusnya dijadikan hewan piaraan, namun demikian masih saja ada oknum yang memelihara Orang Utan untuk kesenangan pribadi mereka.

Jika ada yang menemukan pelanggaran ini, maka Orang Utan yang diselamatkan akan dikirim ke penangkaran tersebut untuk direhabilitasi. Rehabilitasi Orang Utan dilakukan oleh para ahli dan juga sukarelawan. Di tempat tersebut, Orang Utan diperkenalkan kembali dengan kehidupan alam bebas sehingga mereka bisa dikembalikan ke hutan-hutan yang ada di habitat asli mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar