Laman

Senin, 10 Juni 2013

Mari Membuat Kompos di Rumah


Jika Anda memiliki halaman yang cukup luas dan waktu luang, tidak ada salahnya untuk membantu melestarikan lingkungan dengan cara mengolah sampah organik hasil produksi rumah tangga sendiri di rumah menjadi pupuk kompos.

Manfaat mengolah pupuk kompos dirumah.

Mengolah popuk kompos sendiri dirumah dengan bahan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga sehari hari memiliki manfaat yang sangat baik bagi lingkungan dan juga bagi sang pengolah. Yang pertama, mengolah sampah hasil produksi sendiri akan membantu mengurangi jumlah polutan sampah yang semakin bertambah setiap hari dan mencemari lingkungan karena tidak dibuang pada tempatnya.

Karena seperti yang kita tahu, saat ini sampah merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bencana banjir di beberapa daerah karena keberadaannya di sungai yang menghambat laju aliran air.

Mengolah sampah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos juga akan membantu mengurangi pencemaran udara jika dibandingkan dengan pengolahan sampah yang biasa dilakukan masyarakat yaitu dengan membakarnya, sehingga udara di lingkungan sekitar kita pun akan menjadi lebih segar, bebas polusi, dan menyehatkan.

Selain kedua manfaat diatas, pupuk kompos yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk bercocok tanam sehingga tanaman akan tumbuh dengan lebih baik dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Kita juga akan menghemat anggaran untuk membeli pupuk jika kita bisa membuatnya sendiri.

Yang paling penting, proses pengolahan sampah menjadi pupuk kompos ini tidaklah sulit. Bahan yang diperlukan juga mudah didapat di lingkungan sekitar.

Persiapan.

Sebelum memulai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan. Pertama, persiapkanlah tempat penampungan untuk pembuatan pupuk kompos. Jika Anda memiliki halaman yang cukup luas, maka tempat penampungan bisa berupa lubang galian tanah sedalam kurang lebih 50 – 100 cm.

Tempat penampungan juga bisa berupa drum kosong yang ditanam kedalam tanah sehingga dapat ditutup dengan mudah. Atau jika Anda tidak memiliki halaman yang cukup luas, tempat penampungan bisa berupa ember, pot, kaleng bekas, dan sejenisnya yang bisa menampung sampah organik Anda.

Setelah tempat penampungan dipersiapkan, hal kedua yang harus dilakukan adalah memisahkan jenis sampah yang setiap hari Anda produksi di rumah. Gunakanlah dua jenis tong sampah yang dapat menampung sampah organik dan non organik secara terpisah sehingga bahan baku pembuatan pupuk kompos yaitu sampah organik akan lebih mudah didapat.

Kumpulkan juga daun daun kering yang biasa mengotori halaman rumah Anda sebagai bahan tambahan. Akan lebih baik jika Anda juga mengumpulkan kotoran hewan agar kualitas pupuk kompos yang dihasilkan juga lebih baik. Akan tetapi hal ini bersifat optional.

Jika memang tidak memiliki hewan ternak dirumah yang dapat menghasilkan kotoran, pengolahan pupuk kompos tanpa bahan kotoran hewan juga tetap dapat dilakukan.

Cara pengolahan.

Masukanlah sampah organik yang setiap hari Anda produksi kedalam tempat penampungan yang sudah disiapkan. Secara berkala, taburkan sedikit tanah dan kotoran hewan (optional) atau bisa juga menggunakan serbuk gergaji, atau kapur.

Lakukan hal ini sampai tempat penampungan terisi penuh, lalu tutup tempat penampungan sampah ini menggunakan tanah dan tandai permukaannya. Diamkan selama kurang lebih tiga bulan agar proses pembusukan dapat berlangsung dengan baik.

Setelah tiga bulan berlalu dan kompos sudah cukup matang, buka kembali tempat penampungan sampah yang ditutup dengan tanah.

Jemur calon pupuk kompos ini di bawah terik matahari hingga kandungan air yang tersisa hanya sekitar 50 – 60% saja. Setelah itu, pupuk kompos organik buatan sendiri pun dapat digunakan untuk berbagai keperluan bercocok tanam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar