Laman

Senin, 08 April 2013

Menjaga Lingkungan Hidup Melalui Pengelolaan Sampah

Masalah kerusakan lingkungan hidup adalah masalah yang tidak mudah dicari penyelesaiannya. Penyebab utama dari masalah lingkungan hidup tersebut justru pada tingkat kesadaran masyarakat sendiri dalam melestarikan lingkungan yang masih rendah. Pertimbangan ekonomi sering lebih diunggulkan ketika berbicara tentang pembangunan meski sering kali itu berarti mengorbankan lingkungan hidup.

Walaupun keadaan lingkungan dari hari ke hari kian merana seolah sebagian besar orang menutup mata darinya. Bahkan bencana alam yang terus-menerus datang yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan seolah tidak mampu menginsyafkan pikiran sebagian besar orang. Bila saat ini banjir, tanah longsor, kebakaran, kekeringan, gagal panen, penyakit menular yang parah dan masih banyak bencana lainnya yang diakibatkan kerusakan lingkungan masih belum bisa membuat sadar, entah bencana lebih parah apa lagi yang kelak akan datang agar bisa membuat sebagian besar orang sadar untuk lebih memperhatikan lingkungan hidup. Bahkan skala kerusakan alam saat ini sudah mengglobal yang ditandai dengan siklus musim yang sepertinya kian tidak menentu.

Sebenarnya untuk memulai usaha perbaikan lingkungan hidup dan pencegahan kerusakannya bisa dimulai dari rumah kita sendiri. Sikap hidup yang disiplin dalam menjaga lingkungan tetap bersih adalah kunci utama dalam memulai usaha tersebut. Selain itu pengetahuan yang lebih baik tentang cara mengelola lingkungan juga sangat membantu dalam menjaga lingkungan hidup dari kerusakan.

Contoh cara efektif dalam mencegah kerusakan lingkungan hidup adalah dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang efektif. Pada umumnya orang sering membuang sampah ke sungai atau tempat-tempat tertentu yang sebenarnya bukanlah tempat pembuangan sampah yang benar. Karena sudah menjadi kebiasaan seolah perbuatan tersebut bisa dibenarkan. Padahal dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, selain bisa mengurangi pencemaran lingkungan juga bisa bernilai ekonomi.

Salah satu cara pengelolaan sampah adalah dengan cara pengomposan. Cara ini tentu hanya untuk sampah organik saja. Metode pengomposan ini bisa dibilang sebagai cara pengelolaan sampah yang terbaik, karena murah, mudah, dan efektif meski sayangnya sangat sedikit orang yang mempraktekannya. Dengan mencampur bahan organik dengan bahan lainnya, seperti jerami, atau kotoran hewan, lalu diendapkan selama sekian waktu, maka pupuk kompos siap digunakan.

Sebenarnya metode pembuatan kompos ada banyak sekali, termasuk yang terbuat dari sampah organik rumah tangga dan sudah banyak artikel yang menjelaskan tentang metode pembuatan kompos dan bisa diakses dari berbagai sumber seperti buku dan internet. Jika saja sebagian besar orang mau mempraktekannya tentu akumulasi sampah yang sering mencemari lingkungan bisa dikurangi dengan drastis.

Pengelolaan sampah yang bersifat anorganik seringkali lebih rumit dari jenis sampah organik. Hal ini terjadi karena sampah anorganik tidak bisa diurai secara alami oleh lingkungan atau bakteri dan kalaupun bisa tentu memakan waktu yang amat lama sekali. Ada beberapa macam metode pengelolaan sampah anorganik yang bisa dilakukan oleh sebagian besar orang. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai sebaiknya penggunaan jenis sampah tersebut dikurangi terutama sampah anorganik yang sekali pakai.

Dengan demikian akumulasi penimbunan sampahpun bisa dikurangi. Penggunaan kembali atau mendaur ulang bisa juga menjadi pilihan untuk mengelola sampah anorganik. Saat ini banyak ide kreatif dalam pengembangan bisnis tertentu yang justru bahan bakunya berasal dari sampah. Meski bahan bakunya sampah ternyata nilai ekonomisnya sangat tinggi, karena sudah diolah sedemikian rupa menjadi komoditi dagang yang menguntungkan.

Sayangnya untuk saat ini pengelolaan sampah secara sederhana tersebut masih bersifat industri rumahan. Bila saja usaha ini dikembangkan dengan lebih baik tentu bisa didapat dua keuntungan sekaligus, yaitu keuntungan dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan keuntungan ekonomis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar