Laman

Senin, 22 April 2013

Permasalahan Transportasi di Negara Berkembang

Sebagian besar moda transportasi di dunia menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan dunia, polusi yang disebabkan oleh gas buang kendaraan yang mengandung timbal dan bahan-bahan berbahaya lainnya menjadi salah satu penyebab utama rusaknya lingkungan. Dengan melihat pada kenyataan ini, banyak pabrikan kendaraan dunia yang mengembangkan kendaraan ramah lingkungan dengan bahan bakar alternatif dan emisi gas buang yang semakin baik.

Pabrikan kendaraan bukan saja membangun dan merancang kendaraan ramah lingkungan untuk masa depan, namun juga telah menjualnya dan telah dikendarai oleh segelintir masyarakat di dunia. Namun memang jumlah kendaraan ramah lingkungan seperti mobil berteknologi hybrid maupun listrik, masih jauh sangat kecil persentasenya dibandingkan dengan kendaraan-kendaraan dengan teknologi konvensional yang masih menggunakan bahan bakar fosil, sehingga dampak buruk dari gas buang kendaraan masih sangat terasa.

Regulasi tentang Kendaraan Bermotor

Apabila kita membandingkan antara negara maju dan negara berkembang, tentu kita akan menemui perbedaan yang sangat mencolok tentang kebijakan kendaraan antara negara maju dan negara berkembang. Negara maju membatasi usia kendaraan bermotor antara rentang 5-10 tahun usia pakai, sementara di negara berkembang masih banyak yang belum mengatur tentang usia pakai kendaraan, lebih tepatnya kendaraan yang bisa jalan berapapun usianya masih akan tetap jalan.

Perbedaan regulasi ini tentu saja membawa dampak yang cukup signifikan tentang kondisi lingkungan antara negara maju dan negara berkembang. Perbedaan regulasi ini tentu saja disesuaikan dengan kondisi masyarakat dari suatu negara. Masyarakat negara maju memiliki tingkat ekonomi yang jauh lebih tinggi daripada masyarakat negara berkembang, sehingga regulasi tentang kendaraan bermotor pun tentunya berbeda jauh.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang mengatur kebijakan usia pakai kendaraan antara 5-10 tahun, sedangkan Singapura memiliki regulasi usia pakai kendaraan adalah 5 tahun. Parahnya negara berkembang memanfaatkan celah ini untuk mengimpor mobil-mobil eks negara maju untuk dijual dan dipakai kembali di negara berkembang. Kendaraan-kendaraan yang masuk kategori tidak layak jalan di negara maju akhirnya mendapat predikat layak jalan di negara berkembang, akibatnya semakin banyak kendaraan di negara berkembang yang menjadi penyumbang polusi udara dan kerusakan lingkungan.

Transportasi Negara Berkembang

Transportasi menjadi permasalahan pelik di negara-negara berkembang, kemampuan pemerintah negara berkembang untuk menyediakan moda transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. Namun tentu saja penyediaan moda transportasi masal yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tingginya harga kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan hybrid maupun listrik menyebabkan negara-negara berkembang masih sangat kesulitan untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan sebagai moda transportasi masal.

Bagaimanapun juga sebaiknya pemerintah di negara-negara berkembang mendorong masyarakatnya untuk peduli terhadap lingkungan, juga mendorong akademisi untuk mampu membangun atau merancang kendaraan yang ramah lingkungan. Apabila sebuah negara mampu menemukan sendiri formula kendaraan ramah lingkungan, bukan tidak mungkin negara-negara berkembang memproduksi kendaraan ramah lingkungannya sendiri.

Diperlukan semangat dan koordinasi yang baik dalam penanggulangan polusi udara. Lingkungan tempat kita tinggal ini harus dijaga keberlangsungan dan kualitasnya, ini penting demi keberlangsungan hidup makhluk hidup. Melihat hal ini, sudah sepatutnya masyarakat menyadari akan dampak buruk asap kendaraan, sehingga mulai beralih menggunakan kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi. Pada sisi lain pemerintah harus mampu memberikan solusi atas polusi udara dengan cara menyediakan moda transportasi yang nyaman terlebih dahulu. Apabila moda transportasi masal nyaman, maka bukan tidak mungkin masyarakat beralih sepenuhnya kepada transportasi masal.